KAIDAH DAKWAH

21.45.00

KAIDAH-KAIDAH BERDAKWAH MENURUT SYAIKH JUM'AH AMIN ABDUL AZIZ

Dikutif oleh: Ence Surahman

"Kupersembahkan untuk para pejuang dakwah yang senantiasa ikhlas beramal menegakan agama Allah da Risalah yang dibawa Rosululoh"

Alhamdulilah wasyukurilah, segala fuji hanya untuk Allah dan segala syukur hanya untuk Allah jua, karena orang yang bersyukur atas nikmat Allah maka Allah akan melipatgandakan penganugerahan nikmat-Nya, dan alhamdulilah saat ini ana bisa yempatkan sedikit waktu untuk berbagi dengan sahabat semua. Dalam tulisan ini ana mau mencoba mengutif salah satu karya dari Syaikh Jum'ah Amin Abdul Aziz, yaitu tentang kaidah-kaidah tentang cara-cara berdakwah bagi seorang da'i.

Dalam proses berdakwah, tidak bisa lantas kita melakukan dakwah tanpa tau landasan, strategi dan tujuan dari dakwah itu sendiri, karena tanpa tahu hal itu dakwah yang kita lakukan tidak akan berhasil optimal, wallohu'alam.

Adapun dalam tulisan ini ana hanya akan mengupas tentang kaidah-kaidah dakwah karena untuk landasan dan tujuan dakwah pernah ana buat dalam Robbaniyatudakwah.

1. Menjadi teladan sebelum berdakwah

Seorang da'i ataupun da'iah sebelum berdakwah akan pribadinya itu harus jadi teladan bagi yng lain. tentu sahabat masih ingat sosok rosul yang karena kejujurannya sampai diberi gelar al-amin atau sosok yang dapat dipercaya. maka akhirnya ketika beliau mendakwahkan risalah Islam dengan mudah sahabat-sahabatnya menerima, sekalipun perjalanan dakwahnya tidak selamanya mulus sebagimana sejarah menceritakan.

2. Mengikat hati sebelum memperkenalkan

Menurut hemat ana, maksdunya kaidah yang kedua ini adalah ketika kita akan beroperasi kepada objek dakwah kita, maka terlebih dahulu hati kita telah mengikatkannya kepada objek dakwah kita, dalam artian setiap saat kita juga selalu simpati kepadanya, selalu berdoa untuk kebaikannya, dan selalu berupaya untuk objek itu ada dalam bagian perhatian kita, sehingga dengan begitu ketika dakwah kita lakukan dengan serta merta sekalipun pertemuan baru dimulai namun perasaan dan hati telah lama bersatu.

3. Memperkenalkan sebelum memberi tugas pengamalan,

Dalam hal ini, seorang aktivis dakwah harus faham tentang strategi berdakwah. Terkadang tidak sedikit mutarobi kita menjadi kesal atau jadi benci kekita ketika kita terlalu banyak memberikan tugas pengamalan kepada mereka, yang lebih parah lagi tugas yang kita berikan tidak kita fahamkan dulu maksudnya, maka ketika kita mau memberikan suatu tugas, hal awal yang kita lakukan adalah juga sekaligus dengan memberikan maksud dan tujuan tugas itu diberikan.

4. Bertahap dalam memberikan tugas

Barangkali hal ini juga menjadi al yang cukup penting untuk kita perhatikan, ketika kita memberikan tugas, jangan terlalu banyak namun sedikit-sedikit dan bertahap, dengan begitu mutarobi kita tidak akan merasa dibebani atau diperlakukan secara kasar, efek yang lain adalah akan terjadinya jalinan yang lebih bak antara kita dengan mutarobi kita.

5. Memudahkan bukan menyulitkan

Yang tidak kalah penting diperhatikan oleh murob ketika memberikan tugas baik itu hapalan ataupun amalan adalh jangan samapai terindikasi menyulitkan mutarobi, namun bagaimana caranya agar mereka merasa dimudahkan dan sehingga dalam prakteknya mereka akan merasakan sesuatu yang menyenangkan.

6. Yang pokok sebelum yang cabang

Maksudnya kuranglebih, ketika kita memberikan penugasan, memberikan materi, dan sebagainya dalam kegiatan dakwah kita, yang harus kita utamakan adalah menyampaikan yag pokok dulu. jangan lantas kita memberikan yang cabangnya. karena dengan begitu alur materi akan berjalan secara sistematis dan mudah dipahami.

7. Memberikan harapan sebelum ancaman

Barangkali praktek dari kaidah yang ketujuh ini adalah teraktualisasi ketika kita berbiara tenang konsekuensi dari satu perbuatan manusia, misalnya ketika kita membicarakan tentang perbuatan dosa, jangan lantas kita sampaikan hukuman dan siksaan yang akan langsung menakutkanya, namuan bagaimana caranya kita gambarakan kepada mereka tentang balsan kebahagiaan bagi orang-orang yang berbuat taat ke Allah. dikhawatirkan ketika kita berbicara tentang azab-azab Allah lantas mereka jadi enggan lagi mendengarkan apa yang akan kita utarakan selanjutnya padahal kita mau menyampaikan hal-hal yang lain.

8. Meberikan pemahaman bukan mendikte

Ketika kita berbagi ilmu, bercerita, atau apapun kegiatannya selama kita berdakwah kepada mereka, maka jangan samapai terdapat kesan kita yang paling bisa dan mereka tidak tahu menau, dan jangan sampai terkesan mendikte. Kita akan sangat malu ketika misalnya menganggap mereka bodoh padahal mereka lebih pintar dari kita lalu misalnya mereka mematahkan argumen kita dengan jawaban yang lebih baik. maka hal ini jeals harus kita hindari.

9. Mendidik bukan menelanjangi

Maksdunya adalah ketika kita mengajarkan apapun ilmu kepada mereka, niatkan untuk mendidiknya, bukan maksdu memalumalukannya, misal ketika kita tahu bahwa mutarobi kita berbuat salah lantas kita langsung memarahinya, atau kalaupun tidak misal kita menyindir-nyindirnya sehingga dia menjadi merasa dipermalukan, akibatnya bukan malah betah dengan kita tapi justru mereka akan menjadi sangat benci kepada kita.

10. Muridnya guru bukan muridnya buku

Seorang murbi tentu jelas harus memahami semua materi yang akan diberikanya kepada mutarobi. jangan sampai ketika kita mengajrakan sesuatu kepada mereka lantas kita banyak menyuruh mereka untuk menggali sendiri materi yang seharusnya kita berikan, misal dengan diberi pinjam buku, karena pada dasarnya anggaplah mereka sebagai murid kita yang jelas membutuhkan bimbingan dan pembinaan kita. jangan sampai mereka berkata bahwa mereka sama sekali tidak diperhatikan oleh kita. tapi justru kita harus selalu care dengan mereka.

Demikian saja semoga bermanfaat, wallohu'alam.

Note:

It use Kword processing application and halalan toyiban

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.