Langsung ke konten utama

Mana yang lebih membuatmu bahagia..? diberi atau memberi?


Oleh : Jaisyurrahman

 Sahabat yang budiman, mari sejenak ktia mengucap hamdallah, “alhamdulillahirabil ‘alamin” dengan rahmat-Nya Allah telah dan sedang mencurahkan begitu banyak nikmatnya yang tidak akan pernah bisa kita hitung, yang tak akan pernah bisa kita bayar, nikmat mata yang masih bisa melihat dengan baik, nikmat telinga yang masih bisa medengar indahnya suara-suara, nikmat lidah yang masih bisa berucap, nikmat anggota badan yang masih berfungsi dengan baik, tangan, kaki, kepala, sikut, dan juga nikmat otak yang masih bisa digunakan utnuk berpikir, serta yang lebih besar lagi adalah nikmat hati yang menjadi titik pangkal keimanan kita kepada Rabb semesta alam, Allah aza wazala, untuk itu mari kita memohon ampun kalau-kalau selama ini kita terlupakan oleh dunia, dan kita berfokus untuk mendapatnya sedang akhirat yang begitu jelas kita tinggalkan begitu saja.
Tak lupa shalawat dan salam untuk baginda tercinta Rosulullah saw, semoga sampai kepada keluarga para sahabat dan seluruh umatnya dari awal hingga akhir zaman, semoga kelak kita bersama dalam barisan umatnya yang dilindungi dengan safaatnya serta mudah-mudahan kita bisa bertetangga di zannahnya Allah swt, amin.  Marilah kita terus tiru, ikuti dan pahami setiap sunah yang di contohkannya untuk kita jadikan Patokan amalan yang bisa upayakan untuk kebaikan kita sendiri pada hakikatnya.
Sahabat yang budiman,
Pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang sesuatu “sesuatu?” J, ya perkara kecil yang kadang sering tanpa kita sadari, apaan ya…? Berikut paparan selengkapnya.
Di awal pembicaraan kita, saya ingin mengajak sabahat sekalian untuk bersama-sama mengenang setiap masa lalu, masih ingatkah ketika orang tua kita membelikan baju baru untuk kita, masih ingatkan ketika Ibu kita membelikan tas baru yang ita sukai, masih ingatkan ketika ayah membelikan sepatu yang sesuai harapan kita, masih ingatkah ketika kita dibelikan sepeda, motor, laptop  atau mobil oleh ibu dan ayag kita?, ingat kan? Terus gimana perasaannya pada saat itu? Ya sudah apsti bahagialah”, betul, gak mungkin ada orang yang dikasih hadian tapi ia malah marah, mungkin ada juga yang marah, karena ngasihnya kurang banyakJ, ya intinya kita sepakat kan, kalau ketika kita diberikan hadiah kita merasa begitu bahagia?
Saya pun merasakan hal yang sama, dulu ketika jais diberikan jam tangan oleh nenek, sungguh sangat bahagia, walaupun jam tangan itu tidak bertahan lebih dari 3 bulan, saya juga masih ingat ketika tanpa di duga di rumah sudah ada sepeda yang diinginkan hati, ayah begitu perhatian, pokoknya surprise banget, yang juga tidak kalah bahagia adalah ketika setiap tahun sewaktu kenaikan kelas saya suka dikasih hadiah juara kelas oleh guru, sampai ketika di SMA, setiap penghargaan yang diberikan berupa apapun itu, efeknya sangat membahagiakan.
Dikampus juga merasakan perihal yang sama, ketika dapat beasiswa PPA pertama dan kedua, wah seneng banget, ketika dapet IP 4 itu juga laur biasa, ketika pertama kali naik kereta api waduh inget banget itu menyenangkan, apalagi ketika pertama kali naik pesawat, semuanya begitu berkesan, yang lebih lagi ketika diberikan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi oleh pak Rektor, dan Pak Dekan, sanngat sepesial pokoknya.
Tapi tahu tidak apa yang sesungguhnya mampu mengalahkan semua kebahagiaan itu, semua kebahagiaan ketika jais diberikan atau menerima dari orang lain..? ada yang tahu? “ya” jawabannya adalah jais merasa sangat bahagia ketika jais mampu menjadi orang atau pihak yang pertama yaitu pihak pemberi atau yang memberikan sesuatu kepada orang lain, sungguh itu sebuah kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada duanya, pokonya “seneeeeeng banget”. Pantas saja Nabi Muhammad saw pernah bilang bahwa “tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah, artinya memberi lebih baik atau lebih utama dari pada diberi” thanks Allah, semua ini terjadi karena izin-Mu, semoga hamba akan menjadi orang yang paling banyak member dari pada diberi, dan semoga hamba bisa selalu ikhlas dengan setiap amal yang dilakukan, sehingga Engkau hadirkan kebarokahan,amin.
,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah MC Pernikahan Sunda

BUBUKA Assalamua’laikum Wr. Wb. Bapak-bapak, Ibu-ibu para wargi sadayana anu sami llinggih, hormateun simkuring. Sakumaha ka uninga ku sadayana, Alhamdulillah calon panganten pameget miwah rombongan parantos sumping ngaleut ngengkeuy ngabandaleut,ngembat-ngembat nyatang pinang. Bismilah, purwa wiwitan ieu pamuka carita minangka pamuka acara. Babasan padika pagawean lamun nangtung ka jungjunan, sing lulus bantun jeung tumbu buah seureuhna. Neda panyaksen acara bade dikawitan. MAPAG CALON PANGANTEN PAMEGET Pangersa calon panganten pameget miwah rombongan. Jagong tuhur meunang ngunun haturan wilujeng sumping, di sugeng ing pucu galuh kelurahan katelahna,tempat anyar pangharepan sarakan keur kahirupan kulawargi.Calon panganten Istri, bisi si jalu hanjelu si lanang honcewang, sumangga geura hayap calon panganten pameget miwah rombongan. PANGALUNGAN MANGLE Tawis panampian tatamu, tanda kameumeut, kadeudeuh, tawis asih ti kakasih, tanda tresna kanyaah, mangga geura kalungkeu...

TANYA JAWAB TENTANG KURIKULUM

Ence Surahman (0800201) Mhs. Konsentrasi Pendidikan Guru TIK Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung 1. Dari penelusuran saudara mengenai pengertian kurikulum dari berbagai sumber, jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat: a. Jelaskan dimensi-dimensi pengertian kurikulum yang saudara ketahui! Dalam buku Kurikulum dan Pembelajaran yang disusun oleh tim dosen MKDU Kurikulum Pembelajaran, dan juga dari berbagai artikel-artikel di internet yang membahas tentang dimensi-dimensi kurikulum, dapat saya tuliskan sebagaimana berikut ini: 1. Dimensi kurikulum sebagai suatu gagasan (Ide), mengandung makna bahwa kurikulum adalah sekumpulan ide yang akan dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum selanjutnya 1, saya tambahkan bahwa yang dimaksud kurikulum sebagi ide itu adalah dalam termuat maksud bahwa kurikulum berdasarkan hasil penelitian, analisis, pengamatan dan pengalaman sebagai sumber gagasan dan pemiki...

Persiapan Micro teaching Ketika Seleksi Calon Guru

Oleh : Ence Surahman, S.Pd gambar :  http://www.microteaching.org/ Sahabat yang baik hati, dalam tulisan ini saya berbagi sedikit pengalaman saya sewaktu diminta oleh wakasek kurikulum untuk menilai kegiatan micro teaching yang dilakukan oleh para calon guru yang sedang mengikuti seleksi untuk menjadi guru di Sekolah Daarul  Qur’an Bandung beberapa hari yang lalu. Setidanya melalui tulisan ini saya berharap teman-teman yang berazam hati untuk menjadi seorang guru dan kebetulan salah satu tahapan seleksinya adalah mengharuskan kegiatan micro teaching, maka mudah-mudahan sedikit tercerahkah. Oke, sebelum masuk ke topik inti yang akan saya uraikan, terlebih dahulu saya mau sampaikan bahwa secara umum proses seleksi calon guru menjadi seorang guru disebuah sekolah paling tidak melewati beberapa tahapan diantaranya: 1.        Seleksi administrasi, meliputi data diri lengkap, ijazah, transkrip nilai dan akta IV yang sudah dilegalisir,...