Langsung ke konten utama

Apa Bukti Cintamu pada-Nya



Oleh : Jaisyurrahman

Maha Suci Allah yang telah menjadikan udara hari ini begitu sejuk, mentari bersinar dengan hangatnya menyapa seluruh alam raya, seolah hendak berkata kepada kita “wahai makhluk  ayo bersemangat, jangan jadi pemalas pecundang apalagi pengecut, manfaatkan setiap detik waktu yang kalian miliki, tebarkanlah cinta dan kasih sayang, tebarkanlah kebaikan, telah ku mudahkan perjalanan kalian dengan cahaya diriku yang tak perlu kalian bayar, ayo berusahalah, bekerjalah, khusus untuk manusia, bersegeralah mengumpulkan amal kebaikan, jangan mau kalah oleh binatang melata yang selalu bersemangat mencari rizki untuk kebutuhannya, jangan kalah oleh burung yang dapat terbang bebas mengepakan sayapnya kemanapun mereka mau, kalian punya potensi yang paling banyak dan paling baik dari makhluk lain, bersemangatlah!”.
Hmmm, luar biasa ya, seandainya kita dapat menyadari  betapa agungnya  yang telah menciptakan bintang raksasa yang dapat menyinari kita disiang hari, sehingga bisa melakukan apapun yang kita inginkan. Semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa bersyukur atas setiap pemberian nikmat-Nya.
Sahabat yang baik hati, tiga hari yang lalu saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, para pemuda yang sholeh dan calon pemimpin masa depan, ada 9 orang yang hadir dalam pertemuan itu sepuluh dengan saya, dalam diskusi itu kita mengangkat tema “ sayang kita sobat”.
Seperti biasa pertemuan dimulai dengan pembukaan oleh Mc, lalu dibuka dengan kalimah bismillahirrahmanirrahim, kemudian dilanjutkan dengan tilawah bersama, surat yang kit abaca yakni surah ar-rahman lengkap dengan terjemahannya, setelah itu saya perlihatkan sebuah video tentang ayat-ayat cinta yang menggambarkan bahwa segala yang  ciptakan di alam raya ini pada dasarnya adalah amanah sekaligus nikmat untuk kita kelola. 
Contonya Allah ciptakan beragam macam buah-buahan untuk kita nikmati,  ciptakan air mineral untuk kita minum,  cioptakan air susu untuk kita nikmati,  ciptakan hujan untuk kenikmatan kita,  ciptakan matahari juga untuk kita,  ciptakan bulan juga untuk kebahagiaan kita,  ciptakan daratan lengkap dengan segala flora dan fauna didalamnya untuk kita,  ciptakan laut beserta ikan di dalamnya semua untuk kita,  ciptakan barnag tambang dan minyak bumi serta sumber energy yang lain juga untuk kita, bahkan banyak hal yang ita temukan di dunia ini, pada intinya semua  ciptakan untuk kita sebagai bentuk pemberian nikmat dari-Nya, subhan kami semua berdecak kagum akan penciptaan  yang luar biasa sebagai wujud kecintaan kepada kita selaku hamba-Nya.
Setelah sesi itu, kemudian para peserta meeting di berikan kesempatan untuk menuliskan pengalaman pribadinya yang disadari disana terdapat campur tangan Allah Sang Maha Rahim, Sang Maha Cinta, yang tidak pernah kehabisan stok cintanya, sungguh luar biasa. Setelah mereka menuliskannya, lalu saya minta untuk membacakannya. Sungguh banyak hal yang membuat saya tersentuh dari kisahnya.
Diantaranya ada kisah yang pernah merasa diselamatkan Allah dari ancaman pencuri yang membawa senjata api, kisahnya cukup heroik dan ia merasa bisa selamat berkat bantuan Allah yang mencinatai dirinya, karena kalau tidak, boleh jadi hari ini hanya tinggal nama belaka. Yang kedua ada yang bercerita merasa terselamatkan dari kecelakaan, ksiahnya sangat luar biasa, suatu ketika, beliau dengan keluarganya menaiki mobil keluarga di jambi, kejadiannya baru beberapa bulan yang lalu.
Karena perjalanan yang sangat jauh, dan tugas mengendarai mobil diamanahkan kepada ayahnya, karena semalamam tidak tidur, ketika pagi hari angin sepoy-sepoy, ternyata mampu menggoda sang ayah untuk ngantuk, karena tak tertahankan rasa kantuknya, sementara mobil yang dikendarai dalam keadaan cepat, maklum jalanan yang sepi, akhirnya ketika ada belokan, takdir Allah berkata mobil itu harus menabrak pohon kayu, karena kerasnya benturan mobil dengan pohon kayu, mengakibatkankayunya tumbang dan kaca depan mobilnya hancur, sementara ia sedang tidak menggunakan sabuk pengaman.
Subhanallah kuasa Allah disini, ketika ia terbangun, ia sedang berada di atas pohon yang tumbang, dengan kondisi pintu samping kiri yang tidak terbuka,artinya ia keluar dari mobil dari kaca depan pada saat setelah kaca itu hancur, namun yang luar biasa adalah tidak adanya sedikitpun luka dan lecet yang membekas di dalam tubuhnya, padahal logikanya tentu sudah sangat mengerikan. Tapi itulah kuasa Allah, bahkan ada keluarganya yang bilang boleh jadi Allah menindahkannya sehingga tidak ada apapun yang membuat tubuhnya terluka.
Mendengar cerita taman saya ini, sungguh saya semakin yakin bahwa Allah itu sangat sayang dengan makhluknya, apapaun yang terjadi dengan kita itu semua semata-mata buah kecintaan-Nya kepada kita. Bukankah mahal harganya mata yang kita miliki, berapa sahabat berani menjual jantung yang sahabat miliki, berapa harga telinga sahabat jual jika ada yang mau membelinya, berapa hati sahabat akan dihargakan. Atau berapa harga jari tangan sahabat. Sungguh semuanya sangatlah mahal, dan kita tidak mungkin bisa membayarnya dengan materi, melainkan denagn syukur kepada-Nya.
Setelah menyadari betapa besarnya bukti-bukti cinta Allah kepada kita, lalu apa dan bagaimana kita membuktikan cinta kita kepada Allah? Atau sudahkah kita jatuh cinta dengan Rabb kita? Sudahkah hati kita hanya kita tautkan kepada-Nya? Sehingga kita akan selalu gemetar tatkala mendengarkan nama Allah disebut. Sungguh merugilah orang yang didalam hatinya tak ada sedikitpun rasa cinta kepada Sang Maha cinta.
Mari kita hadirkan cinta kepada-Nya, mari kita tumbuhkembangkan cinta yang telah tertanam di jiwa kita, mari kita sirami dengan banyak mengingat-Nya, mari kita sanjung, puja dan agungkan Asma-Nya yang mulia, saatnya kita membuktikan cinta kepada-Nya, dengan banyak bersyukur, dengan memperbanyak ilmu, dengan mengokohkan iman, dengan menyempurnakan amal baik, dengan meniatkan segala seuatunya karena Allah, dengan membasahi lidah karena dzikir kepada-Nya, dengan berlaku baik kepada siapapun, dengan senang bersedekah, senang berbagi, selalu bermanfaat untuk orang lain. Senantiasa terjaga dalam menunaikan kewajiban sebagai bentuk cinta kepada-Nya, dengan banyak berkholwat di sepertiga malam, dengan istiqomah melakukan semua yang dicintai-Nya, semoga Allah berkenan untuk menerima kado cinta kita, amin.

Komentar