Langsung ke konten utama

Cukup Senyum Manismu Saja; Lovely



Oleh : Ence Surahman


Sejak kecil hingga saat ini sampai nanti, sungguh tak ingin aku dibenci, sungguh tak mau di sakiti, sungguh tak rela jika terpaksa harus melihat raut mukamu yang tak menyenangkan kalbu, sungguh tak bisa melihat wajahmu memaki diriku. Aku hanya ingin engkau tersenyum manis. Itupun sudah cukup bagiku. Karena dibalik senyummu tersimpan cinta yang dalam,sayang yang tak pernah berujung, karena senyum manismu adalah pancaran cahaya hatimu, karena dibalik senyum manismu tersirat ridha Sang Maha Cinta, karena dibalik senyum manismu aku tahu bahwa engkau masih dan akan selalu mencintai diriku.
Aku memang tidak meminta kau berikan permata, akupun tak mau memberatkanmu untuk menghadiahiku dengan intan berlian, aku tak akan memberatkan pundakmu untuk menyiapkan istanaku, karena ku tahu  senyum manismu itu telah cukup menentramkan hatiku, karena ku merasakan senyum manismu adalah pertanda baikku, karena bagiku senyum manismu adalah inspirasi dan motivasi terbesarku untuk bisa mewujudkan setiap mimpi-mimpi dalam hidupku.
Memang wajahmu tak seindah pelangi, tak pula secantik Cleopatra, tak semenarik para bintang film dunia, tapi senyummu selalu menjadi dorongan kuat agar aku tetap melangkah, agar aku tetap menatap masa dengan dengan mantap, agar aku tak terhenti sampai disini saja. Karena senyum manismu memberi makna indah bahwa perjuangan hidup itu adalah ibadah, bahwa kerja kera itu adalah nafasnya kesuksesan, bahwa cinta itu adalah modal mendasar.
Sekali lagi, hari ini ingin ku katakan padamu, bahwa cukup senyum manismu saja, itu telah cukup bagiku Ibu.
“Selamat Hari Ibu Sahabat Excelent Way”
Baiturrahman, Sabtu 22 Desember 2012 jam 06.28 WIB.

Komentar