Langsung ke konten utama

Constructionism vs Constructivism

What is constructionism in education?
Konstruksionisme adalah teori belajar dengan melakukan, di mana pelajar bergantung pada pengetahuan tacit. Pelajari lebih lanjut di: Melibatkan Semua Siswa Melalui Pendidikan Guru Anak Usia Dini yang Berkualitas. 21. Sebuah pedagogi berdasarkan peserta didik yang merancang dan membuat beberapa materi dan representasi pembelajaran mereka sendiri (see more https://www.igi-global.com/dictionary/constructivism-theory-in-technology-based-learning)

What is constructionism approach?
Konstruksionisme adalah teori belajar konstruktivis dan teori instruksi. Ini menyatakan bahwa membangun pengetahuan terjadi paling baik melalui membangun hal-hal yang nyata dan dapat dibagikan (Ackerman et al., 2009: 56). “Konstruksionisme (dalam konteks pembelajaran) adalah gagasan bahwa orang belajar secara efektif melalui membuat sesuatu (see more http://edutechwiki.unige.ch/en/Constructionism)

Who created constructionism?
John Dewey (1933/1998) sering disebut-sebut sebagai pendiri filosofis pendekatan ini. Bruner (1990) dan Piaget (1972) dianggap sebagai ahli teori utama di antara para konstruktivis kognitif, sedangkan Vygotsky (1978) adalah ahli teori utama di antara para konstruktivis sosial (see more http://www.ucdoer.ie/index.php/Education_Theory/Constructivism_and_Social_Constructivism).

What is constructivism and constructionism?
Sementara konstruksionisme sosial berfokus pada artefak yang diciptakan melalui interaksi sosial suatu kelompok, konstruktivisme sosial berfokus pada pembelajaran individu yang terjadi karena interaksinya dalam kelompok (see more https://en.wikipedia.org/wiki/Social_constructivism).

What is constructionism Papert?
Berdasarkan konstruktivisme Piaget, konstruksionisme menekankan keagenan orang muda sebagai peserta aktif dalam konstruksi pembelajaran mereka sendiri. Papert mengembangkan salah satu bahasa pemrograman pendidikan pertama, yang dikenal sebagai LOGO, yang mengilhami bahasa pemrograman populer Scratch (see more https://connectedlib.github.io/modules/youth-development/section-1-3.html)

Who is the father of constructionism?
Seymour Papert: bapak konstruksionisme. Dia mengembangkan teori pendidikan yang dikenal sebagai konstruksionisme yang membentuk dasar dari begitu banyak sistem pembelajaran berbasis proyek dan langsung (see more https://blogs.uw.edu/adavid7/archives/1349).

Komentar

Posting Komentar

You can give whatever messages for me,,

Postingan populer dari blog ini

Naskah MC Pernikahan Sunda

BUBUKA Assalamua’laikum Wr. Wb. Bapak-bapak, Ibu-ibu para wargi sadayana anu sami llinggih, hormateun simkuring. Sakumaha ka uninga ku sadayana, Alhamdulillah calon panganten pameget miwah rombongan parantos sumping ngaleut ngengkeuy ngabandaleut,ngembat-ngembat nyatang pinang. Bismilah, purwa wiwitan ieu pamuka carita minangka pamuka acara. Babasan padika pagawean lamun nangtung ka jungjunan, sing lulus bantun jeung tumbu buah seureuhna. Neda panyaksen acara bade dikawitan. MAPAG CALON PANGANTEN PAMEGET Pangersa calon panganten pameget miwah rombongan. Jagong tuhur meunang ngunun haturan wilujeng sumping, di sugeng ing pucu galuh kelurahan katelahna,tempat anyar pangharepan sarakan keur kahirupan kulawargi.Calon panganten Istri, bisi si jalu hanjelu si lanang honcewang, sumangga geura hayap calon panganten pameget miwah rombongan. PANGALUNGAN MANGLE Tawis panampian tatamu, tanda kameumeut, kadeudeuh, tawis asih ti kakasih, tanda tresna kanyaah, mangga geura kalungkeu...

TANYA JAWAB TENTANG KURIKULUM

Ence Surahman (0800201) Mhs. Konsentrasi Pendidikan Guru TIK Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung 1. Dari penelusuran saudara mengenai pengertian kurikulum dari berbagai sumber, jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat: a. Jelaskan dimensi-dimensi pengertian kurikulum yang saudara ketahui! Dalam buku Kurikulum dan Pembelajaran yang disusun oleh tim dosen MKDU Kurikulum Pembelajaran, dan juga dari berbagai artikel-artikel di internet yang membahas tentang dimensi-dimensi kurikulum, dapat saya tuliskan sebagaimana berikut ini: 1. Dimensi kurikulum sebagai suatu gagasan (Ide), mengandung makna bahwa kurikulum adalah sekumpulan ide yang akan dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum selanjutnya 1, saya tambahkan bahwa yang dimaksud kurikulum sebagi ide itu adalah dalam termuat maksud bahwa kurikulum berdasarkan hasil penelitian, analisis, pengamatan dan pengalaman sebagai sumber gagasan dan pemiki...

Persiapan Micro teaching Ketika Seleksi Calon Guru

Oleh : Ence Surahman, S.Pd gambar :  http://www.microteaching.org/ Sahabat yang baik hati, dalam tulisan ini saya berbagi sedikit pengalaman saya sewaktu diminta oleh wakasek kurikulum untuk menilai kegiatan micro teaching yang dilakukan oleh para calon guru yang sedang mengikuti seleksi untuk menjadi guru di Sekolah Daarul  Qur’an Bandung beberapa hari yang lalu. Setidanya melalui tulisan ini saya berharap teman-teman yang berazam hati untuk menjadi seorang guru dan kebetulan salah satu tahapan seleksinya adalah mengharuskan kegiatan micro teaching, maka mudah-mudahan sedikit tercerahkah. Oke, sebelum masuk ke topik inti yang akan saya uraikan, terlebih dahulu saya mau sampaikan bahwa secara umum proses seleksi calon guru menjadi seorang guru disebuah sekolah paling tidak melewati beberapa tahapan diantaranya: 1.        Seleksi administrasi, meliputi data diri lengkap, ijazah, transkrip nilai dan akta IV yang sudah dilegalisir,...