Langsung ke konten utama

LKDS SDQI Bandung 2012, Bongkar Kebiasaan Lama


Seluruh siswa SMP dan SMA Daarul Qur’an Bandung sebanyak 91 orang mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada hari Sabtu-Minggu, 13-14 Oktober 2012, bertempat di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat Bandung atau yang juga di kenal dengan sebutan Bumi Panorama.
            Ketua pelaksana kegiatan  Mr. Aang dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan LDKS kali ini yakni untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian dan yang lebih penting kesadaran akan kedisiplinan. “tujuan utama kegiatan LDKS ini yakni untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian dan kedisiplinan, harapannya selepas kegiatan LDKS selesai, kebiasan selama LDKS juga bisa di bawa dan di implementasikan di keseharian baik di asarama ataupun disekolah” Ujar Mr. Aang.
            Hal itu sejalan dengan harapan yang disampaikan oleh kepala sekolah SMA Daarul Qur’an, yakni Mr. Dwi Purliantoro dalam sambutannya, beliau berpesan agar seluruh peserta LDKS memiliki jiwa pantang mengeluh, pantang menyerah, pantang menjadi beban, “kami berharap melalui kegiatan LDKS ini, seluruh siswa tampil menjadi pribadi muslim yang tangguh, pantang mengeluh dan pantang menjadi beban” Ujar Mr. Toro.
            Begitupun pesan dan arahan yang disampaikan oleh yayasan yang pada kegiatan diwakili oleh wakil direktur Sekolah Daarul Qur’an Bandung Mr. Rizki, dalam sambutannya beliau berpesan agar seluruh siswa memiliki jiwa pantang mengeluh, jiwa tangguh dan bertanggungjawab, untuk menyiapkan diri kelak ketika terjun secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat. “Ust. Berpesan agar kebiasaan disiplin tidak hanya selama mengikuti kegiatan LDKS ini, namun juga menjadi habbit .perilaku keseharian ketika di asrama, bahkan Ust. Menantang semuanya kedepan akan dilaksanakan program LDKS yang lebih menantang lagi dari LDKS kali ini” tegas Mr. Rizki Aminullah.
            Selama kegiatan LDKS para peserta di diktekan sebuah jargon bersama yakni “Tekad kehormatan diri, menjadi muslim disiplin, gigih, tangguh dan santun, pantang mengeluh, pantang menyerah, pantang menjadi beban, pantang berkhianat, pantang berkhianat, pantang berkhianat” ikrar ini di ucapkan berulang-ulang selama kegiatan LDKS.
            Sementara itu materi yang diberikan selama kegiatan LDKS meliputi mataeri keroganisasian dan kesekretariatan OSIS yang disampaikan oleh Ibu Desty Fatin, Materi Latihan Baris Berbaris oleh tim dari SECAPA, kemudian materi Bela Negara yang disampaikan oleh pemateri dari SECAPA AD, dilanjut dengan materi komunikasi efektif remaja yang disampaikan oleh Mr.Ence Surahman, berikutnya kegiatan outbond yang dipandu langsung oleh tim dari SECAPA AD.
Foto : Peserta sedang latihan baris berbaris

Sekalipun agenda LDKS dilaksanakan di luar kampus Daarul Qur’an, namun proses menghafal al-qur’an masih menjadi prioritas utama yang tidak dikesampingkan, bahkan tetap diberikan porsi waktu khusus, hal ini bertujuan untuk tetap menjaga keseimbangan upaya pembinaan siswa baik pembinaan jasadiyahnya, fikriyahnya dan juga rukhiyahnya.
 Dalam acara penutupan LDKS, dilaksanakan acara pemberian penghargaan kepada para peserta dan kelompok terbaik, untuk peserta terbaik putri SMP diberikan kepada Ananda Metti Siswa kelas IX A asal Lampung, sementara untuk peserta terbaik putra di berikan kepada Ananda Fatur siswa kelas IX B, untuk kategori peserta terbaik putri SMA diraih oleh Ananda Wafa siswa kelas XI IPA, dan untuk peserta terbaik putra SMA diraih oleh Ananda Ibrahim siswa kelas XI.IPS. sementara itu kelompok terbaik di raih oleh Aljabar yang di diketuai Ananda M. Akbar Hasim Siswa kelas IX A, adapun untuk  kreasi kelompok terbaik di raih oleh Kelompok Ibnu Haitam yang diketuai oleh Ananda Dzikir siswa kelas XII.IPS.
Dengan terselenggaranya Program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) tahun 2012 yang dikemas dengan konsep yang baru,  semoga menjadi program yang sangat baik untuk menyiapkan generasi Qur’an yang berdaya saing global sebagaimana visi yang dimiliki oleh Yayasan Daarul Qur’an, selain itu bisa menjadi bentuk baru dalam proses pembimbingan siswa dengan membongkat kebiasaan lama, agar para siswa siap menjadi pemimpin baik untuk dirinya, dan juga orang lain ketika di berikan amanah memimpin kelak. (Nc/DQ Bdg)

Komentar