Langsung ke konten utama

Mari Perbaiki Pola KorKomSosnya




Oleh : Ence Surahman, S.Pd

Dulu, ketika saya masih kuliah, lebih tepatnya ketika sedang menikmati sederatan aktivitas di organisasi kemahasiswaan saya sering mengalami masalah klasik diorganiasi yang saya ikuti yakni masalah koordinasi, komunikasi dan sosialisasi. Bahkan saya pikirhal itu hanya terjadi di organisasi yang saya ikuti ternyata ketika saya beberapa kali ada yang meminta sharing tetang manajemen organisasi baik di ormawa tingkat jurusan, fakultas, bahkan universitas, nyatanya masalah klasik tersebut juga sering terjadi disana.
Ketika itu saya berpikir, mungkin wajar hal itu terjadi karena memang pelaku organisasinya notabene para mahasiswa yang memang sedang dalam proses belajar. Dan saya pikir ketika nanti saya masuk dalam dunia kerja dimanapun saya masuki, saya kira tidak wajar apabila masalah klasik tersebut masih terjadi.
Ketika saya mencoba masuk kedalam dunia kerja, ternyata pandangan saya ketika masih kuliah dulu salah, rupanya masalah klasik itu masih saja terjadi, dan saya baru tahu dampaknya jauh lebih berefek dibandingkan ketika masalah tersebut terjadi pada konteks organisasi kemahasiswaan, artinya kalau kepada mahasiswa orang masih memberikan ruang toleransi yang tinggi berbeda halnya ketika hal itu terjadi pada dunia kerja yang secara prinsip dituntut adanya profesionalitas, semua kebijakan yang diambil seharusnya berdasarkan hasil analisis dan kajian yang tidak sembarangan. Tentu kesalahan klasik berkaitan dengan tidak rapinya pola komunikasi, koordinasi dan sosialisasi kebijakan saya pikir bukan perkara kecil yang bisa terus berulang dikemudian hari, seolah seperti pepatah “jatuh kelubang yang sama”.
Inti dari tulisan diatas, hanya untuk bahan pelajaran khususnya bagi saya pribadi dan umumnya bagi para pembaca sekalian, smeoga menjadi bahan instrospeksi dan antisipasi dalam benak kita bersama, karena boleh jadi hal itu masih saja terjadi dalam keseharian kita termasuk dalam dunia kerja yang kita masuki. Walallu’alam, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah MC Pernikahan Sunda

BUBUKA Assalamua’laikum Wr. Wb. Bapak-bapak, Ibu-ibu para wargi sadayana anu sami llinggih, hormateun simkuring. Sakumaha ka uninga ku sadayana, Alhamdulillah calon panganten pameget miwah rombongan parantos sumping ngaleut ngengkeuy ngabandaleut,ngembat-ngembat nyatang pinang. Bismilah, purwa wiwitan ieu pamuka carita minangka pamuka acara. Babasan padika pagawean lamun nangtung ka jungjunan, sing lulus bantun jeung tumbu buah seureuhna. Neda panyaksen acara bade dikawitan. MAPAG CALON PANGANTEN PAMEGET Pangersa calon panganten pameget miwah rombongan. Jagong tuhur meunang ngunun haturan wilujeng sumping, di sugeng ing pucu galuh kelurahan katelahna,tempat anyar pangharepan sarakan keur kahirupan kulawargi.Calon panganten Istri, bisi si jalu hanjelu si lanang honcewang, sumangga geura hayap calon panganten pameget miwah rombongan. PANGALUNGAN MANGLE Tawis panampian tatamu, tanda kameumeut, kadeudeuh, tawis asih ti kakasih, tanda tresna kanyaah, mangga geura kalungkeu...

TANYA JAWAB TENTANG KURIKULUM

Ence Surahman (0800201) Mhs. Konsentrasi Pendidikan Guru TIK Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung 1. Dari penelusuran saudara mengenai pengertian kurikulum dari berbagai sumber, jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat: a. Jelaskan dimensi-dimensi pengertian kurikulum yang saudara ketahui! Dalam buku Kurikulum dan Pembelajaran yang disusun oleh tim dosen MKDU Kurikulum Pembelajaran, dan juga dari berbagai artikel-artikel di internet yang membahas tentang dimensi-dimensi kurikulum, dapat saya tuliskan sebagaimana berikut ini: 1. Dimensi kurikulum sebagai suatu gagasan (Ide), mengandung makna bahwa kurikulum adalah sekumpulan ide yang akan dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum selanjutnya 1, saya tambahkan bahwa yang dimaksud kurikulum sebagi ide itu adalah dalam termuat maksud bahwa kurikulum berdasarkan hasil penelitian, analisis, pengamatan dan pengalaman sebagai sumber gagasan dan pemiki...

Persiapan Micro teaching Ketika Seleksi Calon Guru

Oleh : Ence Surahman, S.Pd gambar :  http://www.microteaching.org/ Sahabat yang baik hati, dalam tulisan ini saya berbagi sedikit pengalaman saya sewaktu diminta oleh wakasek kurikulum untuk menilai kegiatan micro teaching yang dilakukan oleh para calon guru yang sedang mengikuti seleksi untuk menjadi guru di Sekolah Daarul  Qur’an Bandung beberapa hari yang lalu. Setidanya melalui tulisan ini saya berharap teman-teman yang berazam hati untuk menjadi seorang guru dan kebetulan salah satu tahapan seleksinya adalah mengharuskan kegiatan micro teaching, maka mudah-mudahan sedikit tercerahkah. Oke, sebelum masuk ke topik inti yang akan saya uraikan, terlebih dahulu saya mau sampaikan bahwa secara umum proses seleksi calon guru menjadi seorang guru disebuah sekolah paling tidak melewati beberapa tahapan diantaranya: 1.        Seleksi administrasi, meliputi data diri lengkap, ijazah, transkrip nilai dan akta IV yang sudah dilegalisir,...