Langsung ke konten utama

Awas Bahaya Laten Careuh!


Oleh : Ence Surahman, S.Pd
(Artikel ke-26 dari program one day one article selama Bulan Ramadhan)

Sahabat yang luar biasa, kali ini saya ingin sharing tetang seekor binatang yang bernama careuh. Inspirasi ini saya dapatkan ketika mau mengikuti kajian tafsir rutin setiap sore menjelang buka puasa di Mesjid Baiturrahman. Ngomong-ngomong ada yang tahu binatang yang bernama careuh?
Baik, kalau belum tahu atau sudah lupa lagi saya akan sampaikan informasinya sesuai dengan yang saya ketahui tentang binatang tersebut. Careuh adalah nama binatang dalam Bahasa Sunda. Perawakan careuh tidak jauh dengan kucing, namun ia memiliki bau badan yang begitu khas. Dan biasanya mereka itu aktif di malam hari namun pasif disiang hari.
Suatu hari saya, kakek dan paman saya pernah berburu hewan tersebut. Kelihatan dari gerakannya ketika dikejar diwaktu siang, ia tidak bisa berlari dengan kencang, dan segera mencari pohon untuk berlindung. Tapi berbeda dengan ketika waktu malam,mereka biasanya beraksi disaat gelap malam.
Careuh adalah binatang hama, ia memangsa hewan unggas seperti ayam, bebek, angsa dan sejenisnya. Yang ada dalam memori saya sewaktu kecil dulu, ketika orang tua kehilangan ayam, besar kemungkinan dicuri atau dimangsa oleh hama yang bernama careuh.
Namun, ternyata padanan atau nama binatang tersebut juga dinisbatkan kepada manusia. Yakni manusia yang punya watak sebagai pencuri hak dna kepunyaan orang. Lebih jelasnya nama careuh dinisbatkan kepada koruptor. Koruptor dianggap sebagai hama bagi kesejahteraan rakyat, koruptor menjadi hama bagi perekonomian bangsa, karena pekerjaannya menggerogoti anggaran negara, anggaran daerah, anggaran proyek umum dan sejenisnya.
Berbicara tentang koruptor, maka saat ini Indonesia masih menjadi negara yang memiliki prestasi tinggi tentang korupsi. Artinya sampai hari ini negara kita masih punya banyak pekerjaan besar yang tidak mudah untuk diselesaikan. Kinerja dan permainan para koruptor yang sudah dirancang dengan sangat rapi, membuat proses pelacakan dan  pembuktian menjadi tidak mudah.
PR untuk kita sebagai generasi bangsa yang masih peduli dengan kemajuan bangsa, yakni memastikan agar diri kita, keluarga kita, teman-teman, sanak sodara dan kenalan kita tidak terlibat dalam praktik haram tersebut. Mengapa demikian? Karena kita kasihan pada mereka yang apabila korup. Selain telah merugikan kepentingan umum, juga telah merugikan dirinya sendiri.
Semoga kita terhindar dari sikap dan perilaku careuh. Yang merugikan orang lain. Kita belajar untuk menjadi pribadi yang senantiasa memberikan manfaat sebanyak mungkin. Dan apabila tidak bisa memberikan manfaat, maka setidaknya tidak memberikan beban dan masalah untuk orang lain. Wallahu’alam bishowab.



Komentar