Langsung ke konten utama

Edit Terus Diri Kita


Oleh : Ence Surahman, S.Pd
Seri Inspirasi Ngedit Naskah Buku Ku Putuskan Untuk Bahagia


Sahabat yang baik hati, beberapa hari yang lalu saya mencetak buku pertama saya yang berjudul Ku Putuskan Untuk Bahagia tapi belum dicetak untuk go public, hanya untuk kado hadiah semata. Ada hal menarik yang saya rasakan ketika berulang kali saya membaca naskah buku tersebut. Walau sudah berulang kali saya baca, namun ketika kembali saya baca tetap saya temukan kata-kata yang mesti saya edit. Hingga akhirnya untuk mendapatkan naskah tulisan yang layak baca saya kira tidak cukup hanya di edit satu kali saja melainkan harus berulang kali dan akan jauh lebih baik jika yang mengeditnya tidak hanya diri kita sendiri namun melibatkan orang lain agar bisa memberikan penilaian yang lebih objektif akan naskah buku kita.
Dari pengalaman tersebut saya mendapatkan inspirasi bahwa ternyata untuk menjadi pribadi yang baik, pribadi yang berguna dan bermanfaat untuk orang lain kita perlu dan memang harus terus melakukan instrospeksi diri dengan cara mengevaluasi perilaku dan akhlak kita.
Dan untuk mendapatkan kualitas diri yang lebih baik serta untuk menghilangkan egoisme diri sendiri jangan pernah ragu untuk bertanya dan meminta orang lain menilai dan memberikan kritik untuk diri kita. Kita bisa minta masukan dan kritik dari orang tua, saudara atau bahkan teman-teman dekat. Kalau sudah berkeluarga bisa minta masukan dari pasangan yang tentu paling banyak tahu tentang kekurangan diri kita dimatanya. Atau kalau kita sudah punya keturunan, maka terbukalah kepada anak kita dengan memintai pendapat pada mereka.
Semoga dengan begitu kita bisa tahu kekurangan diri kita dimata orang lain. Dengan begitu kita bisa lebih mudah menentukan langkah berikutnya untuk mengedit atau memperbaiki kekurangan diri kita hingga akhirnya kita tampil menjadi pribadi yang menyenangkan, menenangkan dan menghadirkan manfaat dan kebahagiaan untuk semua orang yang ada disekitar kita.
Ingat pesan AA Gym yang aku aman bagimu, aku menyenangkan bagimu dan aku bermanfaat bagimu?. Nah prinsip itu bisa kita jadikan prinsip dalam keseharian kita. Karena kita tentu tidak melupakan Sabda Rosulullah saw, bahwa orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain. Dan untuk bisa menghadirkan manfaat yang banyak tentu kita harus rajin merapikan diri kita, baik secara tampilan fisik, ataupun psikis kita. Wallahu’alam, semoga bermanfaat.


Komentar