Langsung ke konten utama

Postingan

Cover Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan

Created by Corel Draw X4

Edit Background Photo

Edited by Adobe Photoshop CS 2

Renungan Pendidikan Kita

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Sumber Gambar : https://zforzulham.wordpress.com/2015/01/17/apa-sih-tujuan-kita-hidup-di-dunia-ini-renungan/ Apabila pendidikan dimaknai sebagai upaya memanusiakan manusia, hingga menjadi manusia seutuhnya. Atau apabila pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Maka fenomena perilaku korup dikalangan pejabat, bentrokan antar suku, tawuran pelajar, kasus begal, curanmor, yang terbaru pengajar bimbel membunuh wanita tuna susila langganannya, merupakan sebagian kecil wajah sosial yang menyisakan tanya mengapa itu bisa terjadi? Dan sejauh mana pendidikan berperan sebagai pengendali kelabilan-kelabilan jiwa seorang manusia yang seyogyanya mereka pernah bahkan sedang mengenyam pen

“Saya mau Mengundurkan diri”. Yakin?

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Sumber gambar : http://www.coxblue.com/your-top-employee-has-resigned-now-what/ Suatu hari, saya menerima konsultasi dari teman yang “ngebet” mengundurkan diri dari tempat kerjanya. Beliau merasa tidak cocok dengan sistem kerja dan tugas-tugas yang diterimanya. Padahal beberapa bulan sebelumnya beliau juga cerita  bahwa dirinya sudah merasa jenuh menunggu panggilan lamaran kerja yang tak kunjung datang. Namun ketika sudah diterima kerja ia merasa bahwa apa yang ada tidak seperti apa yang diharapkannya. Bahkan walaupun ia tahu bahwa ketika resign harus bayar sejumlah denda beliau tidak perduli, yang penting segera keluar dari tempat kerjanya. Setelah ia coba konsultasi dengan orang tuanya, rekan kerja, saudara termasuk pada saya, akhirnya ia mencoba untuk bertahan dan menikmati pekerjaan yang sedang dijalaninya. Konon semakin hari, ia mencoba menikmati dan memahami hakikat dirinya dan tempat kerjanya. Hingga akhirnya sampai sekarang beliau masih bert

Mari Belajar dari Pak Tua Istimewa

Oleh: Ence Surahman, S.Pd Sumber Gambar : http://pixgood.com/petani-mencangkul-di-sawah.html Yogyakarta (31/3/2015). Hari Kamis tanggal 26 Maret lalu, saya sedang kedatangan tamu dari Solo tepatnya teman saya di Organisasi Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa, Mas Andi namanya, beliau berkunjung ke Jogja karena ada keperluan dengan panitia Temu Wilayah MITI yang akan dilaksanakan tanggal 10-12 April mendatang. Sebelum kembali ke Solo ceritanya beliau mengajak bertemu untuk “curcor” dulu, saya sudah mengerti maksud beliau maklum beliau sedang terkena virus gegana (gelisah galau merana)antara rencana lanjut studi, pekerjaan dan planing pernikahannya. Karena rasa empati saya setujui kami bertemu bahkan beliau sempat menginap hingga dua malam sebelum akhirnya pulang ke Solo. Jumat pagi, 27 Maret , saya ajak beliau mencoba menu spesial di daerah Sambisari tepatnya Soto Bathok sebelah timur Candi Sambisari Sleman DIY. Tempat itu sengaja dipilih karena jarakny

Upgrading Pengurus Miti KM: Membentuk SDM Unggul

Semenjak diresmikan dalam agenda pelantikan pengurus dan musyawarah kerja pada tanggal 17-18 Januari di Kantor MITI Center Depok Jawa Barat. Dua bulan kemudian pengurus Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa kembali di upgrade semangatnya dalam acara upgrading perdana yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2015 jam 20.00-21.30 WIB. Uppgrading yang diselenggarakan oleh departemen HRD MITI KM 2015 tidak dilaksanakan secara tatap muka melainkan dengan menggunakan metode upgrading online via aplikasi telegram.  Upgrading perdana yang mengangkat tema “membangun SDM MITI KM yang unggul” tersebut mengundang pembicara dari pengurus MITI pusat tepatnya Sekretaris Umum MITI yakni Bapak Dr. Edi Syukur dengan moderator Saudara Ence Surahman, S.Pd dari tim HRD MITI KM.  Doktor lulusan Teknik Kimia Chiba University Jepang itu dengan penuh semangat menyampaikan materinya walaupun harus mengetik beratur-ratus kalimat dari penyajian materi hingga menjawab pertanyaan para

Amanah Ini Teguran Atas Kelalaianku

  Gambar : http://kmp-pascasarjanauny.blogspot.com/2015/03/pelantikan-pengurus-kmp-uny-2015.html Yogyakarta, 11 Januari 2015. Innalilahi waina ilaihi roji’un, lahaula wala quwata illa billahil ‘ailiyil ‘adzin. Itulah kalimat pertama yang terbersit dalam pikiran saya, ketika akhirnya orang yang lemah dan banyak kekurangan ini diberikan amanah oleh peserta musyawarah besar (Mubes) untuk menjadi komandan relawan pelayan (ketua) Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode 2015. Sejujurnya yang paling pertama saya takutkan dari sebuah amanah adalah adanya ambisi dalam hati untuk mendapatkan amanah dan jabatan tersebut. Bagi saya amanah adalah perkara besar yang datangnya tidak perlu dikejar karena ia datang kepada orang yang tepat menurut kadar dan kondisinya. Maka ketika proses pemilihan berlangsung, hati saya gundah gulana dengan ketakutan yang kedua yang Allah ingatkan dalam qur’an surat, al-anfal ayat 27 yang artinya “ Wahai o

Sentuhannnya tak akan pernah tergantikan

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Benar apa kata orang, salah satu cara seseorang untuk mengupgrade pemahamannya tentang sesuatu adalah dengan cara diskusi dengan yang lebih tahu, membaca buku, dan menghadiri forum ilmiah, seperti seminar, lokakarya, dan lain sebagainya. Dalam acara seminar teknologi pembelajaran kemarin (29-11-2014) saya menemukan sebuah fenomena yang menjadi topik hangat dalam perbincangan para pembicara dengan audience. Bahkan tidak hanya itu tema tersebut kembali terulang di ruang penyajian call for paper kami. Kita sedang berbicara tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam konteks pendidikan. Ada orang yang beranggapan bahwa teknologi bisa menggantikan banyak peran manusia dalam kehidupan sehari-hari, bahkan bagi golongan tersebut, mereka begitu mendewakan kecanggihan teknologi sehingga sama sekali tidak memerlukan peran manusia dalam menjalai dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun ada juga orang yang punya pandangaan sebaliknya, mereka menggangg

Sharing Itu Penting?

Oleh: Ence Surahman, S.Pd Kemarin pagi sampai siang (Sabtu, 29 Nop 2014), saya menghadiri Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran yang diselenggarakan oleh mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta yang bertema Peran Teknologi Pembelajaran dalam Pengembangan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia di Era Global. Menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Prof. Dr. Atwi Suparman dari Universitas Terbuka, kemudian Dr. Gatot Hari Priowirjanto  dari SEAMO SEAMOLEC, Prof. Dr. Punaji Setyosari dari Universitas Malang dan Pak Herman  Dwi Surjono, Ph.D dari Kaprodi Teknologi Pembelajaran PPs UNY. Selain acara utama seminar, saya juga berkesempatan menjadi salah satu penyaji makalah dalam acara call for paper bersama 20 peserta lainnya yang telah melalui serangkaian tahap penyeleksian. Dari semua pembicara dan beberapa penyampaian para penyaji makalah saya menemukan satu kata kunci dan benar-benar menjadi kunci untuk mensukseskan program pendidikan dan pengembangan SDM unggul d

Membangun Karakter dan Kultur Akademisi Jago Tandang

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Dipertengahan bulan September, saya berkesempatan untuk bertemu dengan Prof. Stefano Tsukamoto dari Osaka University Jepang dalam sebuah seminar singkat yang diadakan oleh Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Sang profesor sedang berada di Yogyakarta untuk kepentingan penelitian berkaitan dengan pengelolaan manusia pasca bencana gunung merapi. Dan memang profesor ini sangat konsen pada bidang human centered disaster management, bahkan dalam profil yang ditampilkannya beliau sering mengunjungi tempat-tempat rawan, baik yang dikarenakan oleh bencana alam maupun akibat konflik, perang dan sejenisnya. Saya belajar satu hal penting dari beliau tentang rasa kepedulian yang tinggi kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan. Selain itu saya belajar hal yang lain,yakni keinginan yang tinggi untuk membawa harum nama baik bangsa dan negaranya. Kita tahu Jepang adalah sebuah negara maju dalam berbagai bidangnya, bukan hanya bidang teknologi, m

Mari Kita “Sentuh” Sama-Sama.

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Sumber gambar : http://skemaelectronics.blogspot.com/2013/03/skema-sakelar-bsentuh.html Yogyakarta, 20/09/2014. Satu tahun yang lalu, tepatnya pada waktu saya mendaftarkan diri untuk studi lanjut di Prodi Pengembangan Kurikulum Program Pascasarajana  (PPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), saya sudah menyiapkan masalah untuk diteliti selama studi, khususnya dalam rencana penelitian thesis saya. Masalah yang ingin saya teliti itu tentang sesuatu yang sederhana namun sayang untuk tidak mendapatkan sentuhan, yakni tentang “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Informal” yang menurut saya pribadi belum banyak mendapatkan perhatian, baik  itu dari kalangan peneliti/ilmuwan maupun pemerintah. Tentu kurikulum yang saya maksud bukan semata yang hanya tersirat namun kurikulum yang tersurat dalam bentuk panduan pendidikan informal. Dalam pandangan saya, sejauh ini fokus perhatian proses pendidikan cenderung tidak berimbang, dimana jalur pendidikan form

The Power Of Love and Graceful

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Yogyakarta, 19/9/2014. Tepat pada tanggal 2 Juli 2014 lalu almarhumah nenek saya (dari garis keturunan ibu) meninggal dunia, tepatnya hari Senin, dini hari sekitar pukul 01.05 WIB. Kejadian ini tentu masih begitu membekas dalam ingatan saya, dan setiap saya ingat kejadian itu saya selalu ingat pribadi almarhumah selama ia masih hidup. Beberapa bulan sebelum almarhumah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, beliau sempat kena penyakit gula darah tinggi yang membuat hanya bisa tertidur dikasur untuk beberapa bulan, walaupun alhamdulillah akhirnya beliau kembali normal bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala. Almarhumah meninggalkan suami dan keturunan serta saudaranya di usia 68 tahun. Alhamdulillah detik-detik menjelang kepergiannya tidak sempat merepotkan kami keluarganya. Krinologis kejadiannya bermula selepas melaksanakan shalat isya hari Jum’at malam Sabtu, 30 Juni 2014, biasanya beliau kada menyempatkan untuk menonton televisi terlebih dah

Upgrade Skill Pemrograman Anda Disini

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Yogyakarta, 18/9/14. Hari ini saya amat bersyukur karena bisa kembali mengasah kemampuan bahasa pemrogramran saya yang sudah hampir hilang semua semenjak dulu kuliah pemrograman waktu S1.  Memang yang namanya ilmu itu kalau mau tajam ya harus dilatih, ibarat pisau kalau tidak digunakan atau tidak pernah diasah maka ia akan tumpul dan lama kelamaan bisa berkarat. Hari ini saya, Mba Dwi dan Mas Adri belajar bahasa pemrograman dari teman kuliah yakni Mba Nusuki namanya, beliau alumni Pendidikan Ilmu Komputer FMIPA UPI, kebetulan tahun ini sama-sama masuk di Pascasarjana UNY bersama kami. Karena beliau lumayan ekspert jadinya kami minta beliau share ilmunya. Kami mulai dari pengenalan bahasa pemrograman HTML, bahasa ini penting untuk mereka yang suka mengotak –atik web, blog, dan yang sejenisnya. Ketika kami mulai pembelajarannya, ternyata Mba Nuki (panggilan akrabnya) beliau langsung memperkenalkan kami pada sebuah situs yang menyediakan tutorial baha

Membangun Budaya Kolaborasi Dalam Pendidikan

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Sumber Gambar : http://www.alleywatch.com/2013/06/10-tools-that-simplify-startup-collaboration/  Catatan di personal data saya menunjukan bahwa terakhir saya menulis artikel pada bulan Februari, itu berarti sudah 7 bulan saya tidak menulis, dan saya pikir ini bukan perkara yang bagus untuk seorang pembelajar seperti saya, karena sempat dibulan ramadhan tahun yang lalu saya bisa konsisten membuat program one day one article during ramadhan . Alhamdulilah saat ini kembali semangat untuk mencurahkan keresahan pikiran saya berkaitan dengan hal-ihwal yang saya pandang sebagai sebuah masalah dan tentu beserta solusinya yang sempat terbersit dipikiran. So, apakah gerangan yang akan saya share saat ini? Dalam pandangan saya, salah satu masalah pendidikan saat ini yang sangat krusial adalah dikotomi dan parsialisasi elemen-elemen system pendidikan. Pandangan saya ini muncul disela-sela diskusi perkuliahan landasan teknologi pendidikan tadi siang be

Pesan Gubernur Jawa Barat Kepada Para Wisudawan Daarul Qur’an Bandung

Dalam sambutan dari Gubernur Jawa Barat Bapak Dr.(H.C.) H. Ahmad Heryawan L.c yang diwakili oleh Bapak Drs. H. Dadi Iskandar, M.M selaku Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Jawa Barat, dalam kegiatan Wisuda Hafidz II, Binadhar II dan Purnasiswa IV Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an International Bandung, Kamis, 19 Juni 2014 di Balai Asri Pusat Dakwah Islam Jawa Barat, gubernur menyampaikan beberapa pesan untuk para wisudawan – wisudawati. Pertama, beliau  berpesan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar malainkan langkah awal untuk masuk pada fase berikutnya. Baik bagi wisudawan yang sudah menyelesaikan hapalan qur’an 30 juz ataupun belum, pada intinya sama harus terus belajar, baik menyelesaikan target hapalan 30 juznya bagi yang belum selesai, ataupun menyempurnakan hapalannya bagi yang sudah selesai. Kedua, wisuda ini bisa menjadi pertanda bahwa para wisudawan sudah memiliki bekal akhlak yang baik walaupun belum sempurna, maka diharapkan setelah selesai akhlaknya haru

Semarak Wisuda Santri Pesantren Daarul Qur’an Bandung 2014

Bandung, Kamis, 19 Juni 2014 menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar Pesantren Tahfidz Sekolah Daarul Qur’an International Bandung. Hal itu dikarenakan pada hari itu dilaksanakan kegiatan Wisuda Hafidz 2, Binadhar 2 dan Purnasiswa IV yang diselenggarakan di Bale Asri Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat. Kegiatan itu dihadiri oleh Pendiri sekaligus pembina Pesantren yakni Bapak K.H. Yusuf Mansur Alhafdiz, selain itu juga dihadiri oleh pengurus Yayasan Daarul Qur’an Indonesia seperti Ust. Jamil, Ust. Tarmizi, Ust. Sani, selain itu hadir dari perwakilan Gubernur Jawa Barat yakni Bapak Drs. H. Dadi Iskandar, M.M, kemudian hadir Ketua Yayasan Madinatul Qur’an Bandung Bapak Fajriadi Nur, Sekretaris Pentashih Al-Qur’an dari Kementerian Agama Republik Indonesia yakni Bapak K.H. Prof.Dr. Akhsin Sakho Muhammad, hadir juga Bapak K.H. Masyhuri Baidhowi dan K.H. Dr. Badrus Hakim Asy-Syaufani dari Yaman. Disamping itu acara dimeriahkan dengan kedatangan orang tua wali santri dan t