Kala itu....

22.06.00



Oleh : Ence Surahman

Pagi itu ketika saya sedang amat sangat menikmati rangkaian cerita yang tertuang dalam novel Sang Pemusar Gelombang yang ditulis oleh Kang M. Irfan Hidayatullah seorang dosen UNPAD tepatnya sekitar pukul 08.30 WIB. Tiba-tiba muncullah sebuah pesan di hp saya yang bunyinya kurang lebih seperti ini “Assalamu’alaikum bpa, maaf bukan mau protes soal tgs UTS tpi memang kita rda kberatan sama tgsnya, jurnal yang tgs dri bpa pasti beda sama jurnal praktikum kita da emang ada ptunjuknya jdi kita tinggal nulis ulang lgi, trus juga skrng ini lgi bnyak uts, mungkin bisa ada altrnatif uts yg lain” setelah saya coba balas sms-nya ternyata sms serupa tidak hanya saya terima dari satu mahasiswa saja, bahkan lebih dari 5 mahasiswa mengirim sms yang hampir sama dengan sms diatas, tentu jawaban saya disamakan dengan jawaban yang saya kirimkan kepada mahasiswa yang pertama kali mengirim pesan kesaya.
Singkat ceita akhirnya saya telfon salah satu mahasiswanya yang kebetulan beliau sebagai skretaris kelas, lalu saya coba dalami masalahnnya, rupanya saya menemukan satu kesimpulan sederhana bahwa ketidaksanggupan mereka menyelesaikan tugasnya adalah dikarenakan oleh waktu yang terlalu mepet (6 hari), yang kedua karena tidak tahu sistematika penyusunan jurnal yang ditugaskan dan yang ketiga karena tugasnya dirasa terlalu berat buat mereka.
Maka saya tawarkan beberapa alternatif solusi untuk mereka pilih, yang pertama kalau tugasnya terlalu berat, maka saya akan ganti dengan tugas yang baru yang memungkinakan dua hal, yakni tugasnya jauh lebih berat dari yang sudah saya berikan, dan yang kedua saya akan berikan tugas yang amat sangat mudah untuk dikerjakan, bahkan saya katakan tugas tersebut sangat mungkin bisa dikerjakan oleh siswa SMP, lalu saya bertanya, apakah teman-teman siap ketika secara tidak langsung saya sudah menyamakan teman-teman selevel dengan siswa SMP?
Penawaran yang kedua, kalau masalahnya karena tidak tahu sistematika format penyusunan jurnalnya, maka saya katakan sebagaimana yang saya tulis ketika saya buat format tugasnya, bahwa panduan penyusunan jurnalnya mengikuti aturan karya tulis yang berlalu di UPI, bahkan teman-teman bisa juga mencari tahu formal jurnal nasional yang relevan denga jurnal yang ditugaskan. Bahkan kalau masih belum juga paham, maka saya akan buatkan format sistematikanya, bagaiamana?
Dan penawaran yang ketiga adalah mengenai waktu, jika memang waktunya dirasa terlalu mepet, maka saya bisa pastikan agar waktu perngerjaan tugasnya saya tambah dan sudah saya tawarkan, dari awalnya hanya 6 hari menjadi 12 hari. Tapi ternyata setelah saya tawarkan bahkan ketua kelasnya juga menyampaikan mereka hanya siap membuat essay saja. Saya katakan bukankah essay dan jurnal itu pada dasarnya tidak terlalu berbeda, mengapa tidak sekalian membuat jurnal saja? Lalu saya katakan bahwa salah satu pertimbangan mengapa saya menugaskan membuat jurnal, saya ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperbanyak pengalaman membuat karya tulis ilmiah, bahkan hal itu akan menjadi point penting tersendiri dari perjalanan mereka sebagai mahasiswa.
Alasan lainnya mengapa saya menugaskan mereka untuk membuat jurnal bahkan tentu format penugasan UTS yang jauh berbeda dengan mahasiswa dijurusan yang lain yang tidak belajar dengan saya, hal itu dikarenakan sebagaimana yang saya sampaikan diawal perkuliahan, bahwa saya punya target agar lulusan mata kuliah kurpemb yang saya bina akan memiliki kualitas yang jauh lebih unggul dibanding dengan mahasiswa dari kelas lain, tentu untuk mewujudkan hasil yang baik itu saya pun harus menyesuaikan proses perkualiahan dan penilaiannya, maka pengambilan keputusan UTS berupa tugas membuat jurnal menjadi salah satu pilihan.
Namun ternyata, setelah ketiga penawaran saya masih juga belum ditemukan ruang kesepakatan, saya kembali menyimpilkan bahwa sebenarnya ketiga masalah tersebut bukanlah masalah yang sesungguhnya, baik itu waktu yang sebentar, tugasnya terlalu berat, dan tidak tahu sistematikanya, namun masalah utama dan pertama yang amat memberatkan mereka adalah rasa ketakutan dan pesimistis yang berlebihan bahkan boleh jadi kurang memiliki alasan yang kuat.
Mengapa saya berkesimpulan begitu, karena selama perkuliahan dikelas, saya menemukan suasana bahwa mereka adalah mahasiswa yang cerdas dan memiliki kemampuan diatas rata-rata, bahkan saya melihat kualitas mereka berbeda jauh dengan teman-teman saya ketika kuliah dulu. Anya itu tadi masalahnya adalah ketakutan dalam diri mereka yang belum bisa mereka kalahkan, akibatnya ketakutan tersebut yang telah mengalakan dirinya.
Pembelajaran ini penting untuk diri saya khususnya, bahwa ketika kita berhadapan dengan sebuah masalah, apapun itu, kunci pertama sebelum kunci yang lain yang harus kita kuasai adalah kemampuan untuk memenej diri dan mengendalikannya agar mampu mengalahkan perasaan negatif yang muncul dari diri kita sendiri. Dan ketika kita telah berhasil menaklukan rasa takut dan rasa negatif tersebut, barulah kita mantapkan ikhtiar dan usaha untuk menghadapi tantangan atau mengalahkan masalah yang ada didepan kita. Wallahu’alam. (Nc-@DQBdg, 28-03-2013---13.30-13.55WIB)

Nb :
Untuk Tugasnya tetap seperti format yang awal, tapi saya berikan waktu tambahan untuk menyelesaikannya yakni hingga Rabu, 3 April 2013 jam 18.00 maksimal sudah dikirimkan ke alamat email saya. Yang kedua insya Allah saya akan buat format sistematika pembuatan jurnalnya, semoga akan mempermudah teman-teman mahasiswa. Demikian terimakasih.


You Might Also Like

2 komentar

  1. Assalamu'alaikum Pak.. Punten, bagaimana dengan format sistematika pembuatan jurnalnya? Terima kasih..

    BalasHapus
  2. Wassalamu'alaikum wr wb, Intan dkk, mohon maaf saya baru OL lagi, gimana udah pada dikerjakan,
    sebenarnya itu pilihan alternatif, kalau masalahnya ada di kesilutan dengan sistematikannya,
    oke saya coba susun, mudah2an sore ini udah bisa di posting.

    BalasHapus

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.