Menemukan Hikmah Disetiap Peristiwa

05.29.00


Oleh : Ence Surahman, S.Pd
(Artikel ke-20 dari program one day one article selama Ramadhan)



Disebuah rapat saya mendapatkan serangkaian untaian tausyiah dari salah satu peserta rapat yang lain, tentang sebuah kisah sederhana, namun memberikan inspirasi yang begitu mendalam. Beliau bercerita tentang sebuah kisah yang pernah terjadi dizaman Rosulullah saw masih hidup.
Pada suatu hari Rosulullah berkunjung kerumah putrinya Fatimah yang disana juga terdapat menantunya yaitu Ali r.a, selain itu juga hadir Umar r.a dan juga ustman r.a. ketika itu Fatimah menyuguhkan mangkuk cantik yang diisi dengan madu. Ternyata ketika sampai ditangan Rosulullah, dimangkuk tersebut terdapat sehelai rambut.
Memang sudah menjadi kebiasaan Rosulullah saw, ketika ada sebuah peristiwa yang unik, maka beliau tidak melewatkan untuk menjadikan momentum menemukan hikmah dan pelajaran dibalik ibroh peristiwa tersebut, akhirnya beliau bertanya kepada Umar Bin Khatab, wahai umar bagaimana pendapatmu tentang hal ini? Umar menjawab kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, menjadi raja tentu lebih manis dari madu, namun memerintah tidak lebih mudah daripada menepis sehelai rambut.
Lalu Rosulullah bertanya kepada Usman Bin Affan r.a dan Usmanpun menjawab Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk ini, dan orang yang mencari ilmu itu lebih manis dari madu sementara orang yang mengamalkan ilmunya tidak lebih mudah daripada menepis sehelai rambut. Lalu ketika ditanyakan kepada Ali r.a, maka Alipun menjawab bahwa tamu itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik, menjadi pribumi yang melayani tamunya dengan baik lebih manis daripada madu namun mempersilakan pulang tamu yang sudah berkunjung lebih dari waktu normal itu tidak lebih mudah dari menepis sehelai rambut.
Setelah itu Fatimah berpendapat bahwa menjadi wanita muslimah itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik, dan wanita yang menjaga dirinya itu lebih manis dari pada madu sementara menjadi wanita yang hanya dilihat auratnya oleh suaminya yang mukhrim tidak lebih mudah daripada menepis sehelai rambut.  Lalu Rosulullah pun berkata seseorang yang mendapatkan taufik lebih cantik dari mangkuk yang cantik dan yang bisa beramal baik lebih manis daripada madu dan istiqomah dalam keimanan tidak lebih mudah daripada menepis sehelai rambut.
Dan ternyata dalam majelis itu juga banyak hadir para malaikat, akhirnya Malaikat Jibrilpun ikut berkata menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, menjaganya lebih manis daripada madu dan mendakwahkannya tidak lebih mudah daripada menepis sehelai rambut.

Subhanallah, itulah bedanya sahabat Rosulullah dengan kita, dalam pandangan mereka semua peristiwa mengandung hikmah yang begitu luarbiasa, tapi terkadang kita jarang sekali bisa belajar dari peristiwa yang terjadi dengan kita untuk kemudian mempertebal dan memperkokoh keimanan kita, walalhu’alam, mohon maaf apabila redaksi ceritanya tidak kurang tepat, maklum tadi saya hanya mendengar selintas saja, tapi intinya mari pertajam pikiran kita untuk senantiasa mengambil hikmah dan ibrah dari setiap pelajaran guna menguatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt. 

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.