Belajar Dari Sang Tawon

18.19.00


Oleh : Ence Surahman, S.Pd
Seri Inspirasi Liburan Lebaran Ramadhan

            Sahabat yang berbahagia, saya ingin cerita, dulu ketika masih usia belasan tahun saya punya teman yang kebetulan memiliki keahlian untuk mengambil telur tawon. Karena sering ikut mengambil telur tawon walaupun resikonya tinggi karena bisa kesengat namun tidak menyurutkan diri saya untuk bisa melakukannya sendiri. Sampai suatu hari saya pernah di sengat induk tawon dan baru sembuh beberapa hari setelah itu. Hal itulah yang mengingatkan saya untuk bercerita tentang bagaimana mental yang dicontohkan oleh seekor tawon dalam berjuang mempertahakan eksistensinya dan mencapai visi hidupnya.
            Tahukah sahabat bahwa untuk membuat sarang tawon yang ukurannya besar pada mulanya hanya satu ekor tawon saja. Berbeda dengan lebah yang biasanya sudah memiliki koloni yang jumlahnya banyak. Seekor tawon memiliki jiwa yang lebih hebat dari lebah. Yang awalnya satu ekor kemudian ia berjuang dengan penuh kesungguhan untuk membuat sarang diri dan rencana keturunannya. Sampai ia bertelur dan telurnya bertambah banyak sampai akhirnya beranak pinak hingga ia bisa membuat sarang yang besar dan otomatis akan memudahkan dirinya untuk memiliki jumlah anggota keluarga dalam jumlah yang besar pula.
            Satu pelajaran penting bagi kita untuk terus bertahan dalam medan perjuangan hidup kita masing-masing yakni visi yang jauh kedepan dan kerja keras tanpa batas. Itulah yang diajarkan oleh seekor tawon kepada kita. Mereka saja yang tidak pernah duduk dibangku sekolah bisa bertahan dan sukses membangun keluarga bahkan membangun kerajaan dalam satu sarangnya masa kita yang pernah sekolah dan dibekali akal yang cerdastidak bisa.
            Mari kita terus melangkah kedepan untuk mengejar visi hidup kita. Dan jangan pernah kita berhenti tanpa alasan hingga membuat langkah kitapun terhenti pula. Selama kita masih punya visi yang jelas dan kita meyakininya maka janganlah berputus asa dengan keadaan yang ada saat ini. Walaupun mungkin kita merasa sendiri tak ada yang membantu. Yakinkan Allah bersama orang-orang yang bersungguh-sungguh.
            Hal lain yang perlu kita contoh dari kisah hidup tawon tersebut adalah kemampuan dirinya untuk memanfaatkan segala bentuk potensi yang sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa. Bayangkan saja untuk membuat bangunan sarangnya yang indah dengan warna yang khas dan kekokohnya ia tidak perlu bahan-bahan yang bagus melainkan hanya memanfaatkan sisa-sisa kotoran hewan atau dari pohon kayu yang sudah membusuk dan ia kumpulkan untuk diproses menjadi sarangnya yang indah dengan keteraturan yang memenuhi kaidah keilmuan para arsitek padahal tawon tersebut mungkin saja tidak tahu rumus-rumus matematika dalam pembuatan bangunannya.
            Satu hal lagi, jangan pernah bermimpi untuk bisa mencapai kesuskesan dalam waktu yang singkat, karena seekor tawon tadi butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa mendirikan sarang dan koloninya. Bahkan boleh jadi ia sendiri tidak sempat menikmati masa kejayaan di koloninya karena mungkin batas usianya yang telah berakhir. Manusia juga demikian, boleh jadi hari ini kita membangun visi yang besar dan mungkin tidak sempat kita petik hasilnya dan tidak sempat kita nikmati selama kita masih hidup, namun boleh jadi anak atau cucu kita yang menikmati hasil usaha dari visi yang sudah kita bangun semasa kita masih hidup. Wallahu’alam. Semoga bermanfaat. Aamiin.


You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.