Ketika kita diminta bukan meminta atau ditanya bukan bertanya.

17.11.00



Pagi itu, setibanya saya disekolah, tiba-tiba handphone berdering pertanda ada yang penelfon dan ternyata no baru yang belum ada dalam phonebook handphone saya. Tanpa berlama-lama kemudian saya  saya angkat :
Saya              : “Bismillahirrahmanirrahim, assalamu’alaikum wr wb”.
Penelfon       : “wassalamu’alaikum, mohon maaf ini dengan Kang Ence?”
Saya              : “Iya saya sendiri, mohon maaf dengan siapa? Ada yang bisa saya bantu?”
Penelfon       : “iya, saya murobbiyahnya fulanah, mau bertanya kalau kang Ence sudah menikah?”
Saya              : “saat ini belum, ngomong-ngomong ada apa ya?”
Penelfon       : “saya ada amanah dari fulanah, untuk menyampaikan niat hatinya ke Kang Ence, kira-kira bagaimana?”
Saya              : “hmmm....” (bingung, harus jawab apa, karena merasa ditembak tiba-tiba) lalu saya bilang “mohon maaf untuk saat ini saya belum siap menuju ke arah sana, berhubung target saya belum tahun ini dan masih banyak pertimbangan lainnya, untuk itu sebaiknya mencari yang sudah siap.”
Penelfon       : “oh iya kalau begitu, mohon maaf sebelumnya. wassalamu’alaikum wr wb
Saya              : “iya tidak apa-apa, saya juga mohon maaf, terimakasih, wassalamu’alaikum wr wb”.
                       
Cuplikan  percakapan sekaligus sepercik pengalaman saya diatas sengaja ditulis bukan maksud untuk riya apalagi lebih dari itu, hanya sebagai gambaran sederhana tentang proses dan cara Allah membukakan jalan jodoh kita, ternyata selian dengan cara kita mencari sendiri, sesekali boleh jadi kita yang lebih dulu dicari, selain kita yang pertama meminta atau menanyakan kesediaan calon pasangan kita, maka boleh jadi kita yang pertama diminta atau ditanyakan kesediaannya oleh yang lain.

            So, benang merahnya adalah teruslah belajar untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari niat, ilmu, dan yang lainnya. Semoga proses dipertemukannya kita dengan pasangan kita diberikan kemudahan dan keberkahan, aamiin Yaa Robbal ‘alamin. Wallahu’alam. 

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.