KUANTIFIKASI POTENSI

16.54.00

Sumber gambar

Oleh: Ence Surahman

Salah satu kecakapan yang penting dimiliki oleh setiap orang adalah kecakapan menganalisis. Kegiatan menganalisis dapat dilakukan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan objek yang dianalisis. Terdapat beberapa metode analisis yang dapat digunakan. Yang paling familiar salah satunya adalah analisis SWOT. Namun yang akan saya bahas bukan tentang prosedur analisis metode tersebut, melainkan benang merah yang menjadi poin kunci dari semua proses analisis dan terkadang orang tidak melakukannya. Akibatnya hasil analisanya menjadi kurang tepat.

Dari semua proses dan metode analisis, tujuan yang hendak dicapainya adalah terkumpulnya data dan informasi mengenai objek yang dianalisis. Sebagian besar orang cukup mengumpulkan informasi berupa uraian deskriptif yang cenderung general atau hanya pada bagian permukaan saja. Padahal seyogyanya proses pengumpulkan data dan informasi dilakukan secara cermat, mendalam dan jelas. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan formula yakni kuantifikasi potensi.

Kuantifikasi potensi berarti proses memperoleh, mentabulasi, dan menampilkan data dan informasi secara kuantitatif. Artinya deskripsi atau tampilan data dan informasi dijabarkan dalam bentuk angka-angka. Sebagai contoh perusahaan sedang melakukan analisis sumber daya manusianya, kemudian di peroleh informasi 30% berasal dari latarbelakang bidang pemasaran, 20% dari bidang keuangan, 30% dari bidang manajemen, dan sisanya dari berbagai latarbelakang keilmuan lainnya. Sepintas informasi itu cukup jelas, namun kekurangannya hanya menampilkan informasi yang umum.

Apabila kita gunakan pendekatan kuantifikasi potensi, maka dilakukan pendalaman data dan informasi selanjutnya. Misalnya dari 30% SDM yang berasal dari bidang pemasaran, kita buat pendalaman data mengenai asal kampus, potensi keahlian yang utama dan pendukung, selanjutnya pengalaman bidang pemasaran yang pernah dilakukan, data tingkat keberhasilan dalam menjalankan pekerjaan dan mencapai target pemasaran. Semua data tersebut kita buat dalam bentuk infografis yang memudahkan untuk dipahami.

Contoh sederhana yang dapat dilakukan secara personal adalah kuantifikasi potensi diri. Banyak orang yang berhasil dalam mencapai target impian pribadinya karena dirinya pandai menggunakan analisa potensi diri, sehingga ia dapat membuat visi, misi dan aksi dalam hidup secara terukur dan terencana. Di sisi lain tidak sedikit orang yang tidak berhasil dalam mewujudkan impian hidupnya dikarenakan proses kuantifikasi potensi diri yang tidak benar. Akibatnya jangankan orang lain, dirinya sendiri belum tentu dapat mengukur tingkat kemampuan dan potensi dirinya berbasis data yang terukur.

Pendekatan kuantifikasi potensi diri bermanfaat dalam mengalisis tingkat kecakapan personal. Hal ini dapat dilakukan oleh pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha, dan masyarakat umum. Memang dalam proses idealnya kita perlu melakukan proses penelitian dan pengkajian potensi diri, kemudian kita jabarkan dalam bentuk tabel, diagram, dan grafik. Namun dalam kondisi yang sederhana kita dapat melakukan analisa diri melalui proses refleksi dan perenungan. Proses self asking (bertanya pada diri sendiri) kemudian menjawab dan menganalisis jawaban sendiri juga dapat menjadi solusi.

Secara teori proses kuantifikasi potensi diri dapat kita hubungkan dengan teori metakognisi. Dalam bahasa agama ada konsep penghisaban diri. Proses penghisaban diri bukan hanya dapat kita gunakan dalam konteks evaluasi amal baik dan amal buruk, melainkan dapat digunakan untuk mengukur potensi kelebihan, kelemahan, peluang dan ancaman diri sendiri. Dengan demikian kita dapat melakukan proses kuantifikasi potensi dalam berbagai kesempatan dan keadaan.

Dalam konteks yang lebih besar dan luas, formula kuantifikasi potensi akan sangat berguna dalam proses analisis potensi institusi atau suatu program dalam sebuah lembaga. Berdasarkan pengalaman penulis dalam proses akreditasi sekolah, bahkan program studi perguruan tinggi, semua instrumen yang dijadikan alat ukur penilaian dikembangkan dengan metode kuantitatif. Tentu tujuannya sudah dapat ditebak yakni untuk memudahkan penilaian secara objektif.


Dengan demikian untuk menghasilkan data dan informasi yang jelas, tepat dan akurat diperlukan kemauan yang tinggi dan ketekunan untuk mengkajinya secara mendalam. Pendekatan kuantifikasi potensi menjadi penting dilakukan. Selamat mencoba.

Garut, 25 November 2017
Selamat Hari Guru

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.