Pasti Kan Tiba Saat Indah Itu....

21.56.00




Oleh : Ence Surahman

Gambar : http://1.bp.blogspot.com/

Sabtu, tanggal 30 Maret kemarin bisa dibilang Sabtu yang begitu mengesankan hati. Setelah malam sebelumnya tidak bisa tidur nyenyak karena sengaja tidak membawa sleeping bag ke agenda camping ceria dalam rangka syukuran wisudawan angkatan 2008 di Jaya Giri Camping Gorund. Dengan hanya bermodalkan hammouk tanpa atap dan tenda dome yang sudah penuh ditempati teman-teman yang lainnya, akhirnya badan ini harus rela tidur sekejap saja, karena tepat jam 2.30 harus terbangun dan menyalakan perapian karena badang menggigil kedinginan.
Sementara hari ini, agenda cukup padat. Tepat setelah paginya belanja kepasar lembang untuk bahan masakan dilanjutkan dengan menyiapkan sebagian masakan untuk dihidangkan pada acara puncak syukuran, dan setelah selesai makan bersama dilanjutkan dengan foto bareng teman-teman yang hadir. Saya tak bisa menunggu lama, melainkan segera meninggalkan tempat karena sudah punya janji harus sudah tiba di Mesjid Salman ITB sebelum dzuhur.
Dan luarbiasanya dengan rasa deg-degan khawatir terlambat dan karena saya tidak terbiasa melakukan hal tersebut, akhirnya mandi, kemudian mengepas perlengkapan yang harus dibawa dan langsung berlari kencang dengan kuda kesayangan menuju Salman, dan alhamdullillah saya masih bisa sampai di salman dan masih bisa mengikuti shalat dzuhur berjama’ah.
Selepas shalat, saya langsung menemui teman yang saya kira sudah datang lebih dulu dan ternyata memang begitu adanya. Dan saya baru tahu ternyata beliau adalah salahsatu pengurus Salman di bidang pemberdayaan masyarakat yang menjadi pelaksana program, diantara program yang beliau kelola adalah program kampung bangkit. Dan hari ini juga saya baru tahu ternyata saya diundang untuk berbicara atas undangan dari teman-teman divisi pemberdayaan masyarakat Salman. Sungguh saya tidak menyangka.
Tepat pukul 13.00 WIB kami berangkat menuju kampung tujuan yakni salah satu kampung yang berada di kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat. Lebih tepatnya di Desa yang sedang terjadi bencana longsor yang berhasil menewaskan belasan warga. Ternyata teman-teman dari Salman berangkat kesana sekaligus memiliki dua tujuan, yakni memberikan bantuan kepada warga yang terkena bencana dan memberikan training motivasi kepada salah satu sekolah, tepatnya Sekolah Arrafah untuk membekali para siswanya yang akan melaksanakan ujian nasional dan yang akan ikut ujian SNMPTN. Dan disekolah itulah tempat acara saya.
Sesampainya disana, alhamdulillah menjelang waktu asar, dan kita langsung bersiap. Namun ada yang luarbiasa bagi saya, karena rupanya bahan materi yang harus saya sampaikan belum juga selesai, karena semalam saya tidak mempersiapkannya sama sekali, akhirnya saya mengedit dulu dan memastikan kepada panitia bahwa saya sudah siap untuk mengisi.
Ketika kami sedang menyiapkan ruangan, subhanallah tiba-tiba hujan lebat bercampur angin kencang membasahi, hingga hampir saja kami pindah ruangan dan tentu akan menambah waktu yang dibutuhkan, dan yang lebih membuat deg-degan adalah tiba-tiba terdengar  suara bahwa lampunya mati, dan itu berarti saya harus menyampaikan materi tanpa slide, audio, video dan tayangan yang sudah disediakan, dalam  hati saya berkata, wah ini acara yang luar biasa dan ini jarang saya alami. Ketika hati sedang bertanya-tanya, namun alhamdulillah masih bisa menenangkan diri dan ternyata alhamdulillah lampunya hidup kembali.
Tapi ternyata tidak sampai disana, ketika saya sudah masuk pada penyampaian materi tentang persiapan UN dan SNMPTN, saya dikejutkan lagi sebanyak 2 kali, lampunya mati dan hidup lagi. Sampai-sampai membuat semua rencana penyampaian materi agak menjadi tidak sesuai rencana, namun akhirnya alhamdulillah semuanya berakhir dengan lega.
Namun maha adilnya Allah, ketika dari awal saya sudah mendapatkan banyak tekanan, dan kejengkelan serta ketidaknyamanan hati dan pikiran, subhanallah diakhir kisah sore itu, sebelum pulang ke Bandung rupanya salah satu guru disekolah tersebut mengajak kami untuk sejenak berkunjung ke tempat makan di Danau Saguling yang terkenal dengan sajian ikan bakarnya. Dna ternyata memang demikian yang saya saksikan. Ketika mentari hendak menutup matanya pertanda malam akan segera menampakkan wajah cantik rembulan, dikala itulah hidangan ikan bakar yang dibuat lezat dengan sambal raa cikurnya, membuat lelah hari ini terasa hilang seketika. Terlebih jamuan dan penyambutan pihak sekolah yang menentramkan hati dan suasana hangat yang kami ciptakan disepanjang perjalanan, alhamdulillah sore itu kembali disadarkan oleh Yang Maha Kuasa, bahwa sesungguhnya setelah kesulitan, kepenatan, kesempintan, kelelahan itu ada yang dinamakan kemudahan,  kelapangan, kenyamanan dan kesenangan.
Untuk itu, bagi siapapun para pembaca yang baik hati, yakinilah bahwa saat-saat indah itu pasti kan tiba. Kalaupun saat ini Anda masih merasakan kejenuhan, kelelahan, sesungguhnya akan ada momentum sebaliknya yang datang pada kehidupan Anda, dan akan membuat Anda semakian meyakini dan menyadari bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Memahami keadaan hamba-Nya serta Maha Mencintai seluruh hamba-Nya. Wallahu’alam.

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.