Mengapa Tidak Bersyukur?

21.02.00


Oleh : Ence Surahman, S.Pd
(Artikel ke-28 dari program one day one article selama Bulan Ramadhan)

Sahabat para perindu ilmu pendamba surga. Di edisi artikel yang ke-28 ini saya ingin berbagi mengenai sedikit kegelisahan hati saya, dan saya berharap ketika saya membagikannya denagn para pembaca yang budiman, berharap semoga kegelisahan itu sedikit demi sedikit semakin menghilang dan berganti dengan kebahagiaan. Maka dari itu sebelum memulai membaca sampai tuntas tulisan ini saya ingin dan meminta dengan sangat, agar para pembaca terlebih dahulu mendo’akan saya agar dijauhkan dari rasa gelisah gundah gulana dan hati saya senantiasa diliputi rasa bahagia, dan ketika sahabat berdo’a demikian, maka saya do’akan semoga pada saat itu juga Allah memberikan hal yang jauh lebih baik kepada sahabat dari do’a yang sahabat panjatkan, aamiin.
Cerita kegelisahan itu berawal dari hal-hal yang amat sepele dan berdampak pada hal-hal yang tidak bisa disepelekan. Saya kira beberapa diantara pembaca ada yang sepakat bahwa ternyata yang namanya rasa gelisah, gundah gulana itu muncul karena kita sering menyepelekan bahkan menganggap tiada apa yang sesungguhnya sudah jelas-jelas Allah karuniakan kepada kita berupa nikmatNya.
Misalnya kita merasa tidak diberikan kecukupan rizki untuk kebutuhan sehari-hari, atau ketika pendapatan kita tidak kunjung bertambah, sementara kebutuhan sehari-hari terus melonjak, apalagi kalau kita memikirkan bagaimana cara untuk bisa mempunyai rumah, menikah, membiayai anak dna istri, terlebih kalau anak kita sudah sekolah untuk biayanya, dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Intinya adalah ketika kita merasa serba kekurangan karena terlalu melihat kita dengan cara membandingkannya dengan orang yang diatas kita. Akibatnya kita tidak bersyukur, bahkan na’udzubillah kalau sampai kita kufur terhadap nikmat Allah. Ini kunci pertamanya. Dan kunci yang kedua mengapa hati kita gundah gulana hal itu dikarenakan kita kurang atau bahkan tidak bersabar dengan apa yang terjadi dengan diri kita.
Konon para ulama selalu menyandingkan antara syukur dan sabar. Artinya jangan kita pisahkan kedua akhlak baik itu, yakni syukur dan sabar, apapun keadaan yang sedang terjadi dengan kita, baik itu positif/menyenangkan ataupun sebaliknya. Karena boleh jadi dibalik hal yang kurang menyenangkan ada hal yang harus kita syukuri berupa nikmat ujian, begitupun sebaliknya pada hal yang dianggap menyenangkan dan membahagiakan juga ada hal yang harus kita bersabar dengannya karena khawatir hal itu membuat kita menjadi sombong, besar kepala dan lupa kepada yang memberikan kebahagiaan tersebut.
Sekarang mari kita kembali pahami ayat didalam al-qur’an surat Ibrahim ayat 7 yang terjemahannya kurang lebih “barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka Allah akan melipatgandakan pemberian nikmatnya dan barangsiapa yang kufur atas nikmat Allah, maka sungguh Adzab Allah itu amatlah pedih”. Ayat tersebut menjadi kunci yang sangat jelas dan tidak ada kerancuang didalamnya.

Inti dari ayat tersebut adalah, kalau mau ditambah kenikmatannya, maka syaratnya harus bersyukur! Dan kalau kita tidak bersyukur atas nikmat yang ada, itu sebuah sinyal bahwa kita akan menghadapi sesuatu yang jauh lebih berat dari yang sedang kita rasakan. Ingat adzab yang amat pedih. Sederhana sekali bukan? Ini harus menjadi penguat asa dalam jiwa kita, ketika kita merasa gundah, sedih, resah, galau dan sebagainya, maka kunci keluar dari semua itu adalah sabar dan syukur atas apa yang sudah Allah berikan, berikutnya kita meyakini bahwa Allah akan memberikan kenikmatan yang berlipat ganda. Wallahu’alam bishowab. Semoga bermanfaat. Aamiin. 

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.