Persiapan Micro teaching Ketika Seleksi Calon Guru

18.22.00


Oleh : Ence Surahman, S.Pd


Sahabat yang baik hati, dalam tulisan ini saya berbagi sedikit pengalaman saya sewaktu diminta oleh wakasek kurikulum untuk menilai kegiatan micro teaching yang dilakukan oleh para calon guru yang sedang mengikuti seleksi untuk menjadi guru di Sekolah Daarul  Qur’an Bandung beberapa hari yang lalu. Setidanya melalui tulisan ini saya berharap teman-teman yang berazam hati untuk menjadi seorang guru dan kebetulan salah satu tahapan seleksinya adalah mengharuskan kegiatan micro teaching, maka mudah-mudahan sedikit tercerahkah.
Oke, sebelum masuk ke topik inti yang akan saya uraikan, terlebih dahulu saya mau sampaikan bahwa secara umum proses seleksi calon guru menjadi seorang guru disebuah sekolah paling tidak melewati beberapa tahapan diantaranya:
1.       Seleksi administrasi, meliputi data diri lengkap, ijazah, transkrip nilai dan akta IV yang sudah dilegalisir, kemudian pas photo beberapa ukuran serta mengisi formulir pendaftaran yang sudah disiapkan oleh pihak panitia seleksi guru.
2.       Test micro teaching yakni calon guru yang mendaftar diminta untuk mempraktikan proses mengajar dari awal sampai akhir dan
3.      Test interview awal dengan pihak SDM disebuah sekola
4.      Selain itu disekolah tertentu biasanya ada test khusus yang berkaitan dengan kekhasan sebuah sekolah, misalnya test baca al-qur’an, test hapalan surat-surat tertentu, kemudian test wawasan keislaman dan yang sejenisnya bergantung kepada kekhasan sekolah yang kita masuki.
5.      Baru kalau sudah ada pengumuman yang lolos seleksi, nantinya akan ada interview tahap akhir temasuk penanda tanganan kontrak kerja antara calon pegawai yang diterima dengan pihak SDM atau bahkan direktur/ketua yayasan sekolah yang kita masuki.
Oke itulah tahapan-tahapan umum yang biasa dilakukan, berikutnya kembali ke topik utama pembicaraan kita, yakni mengenai aspek penilaian dalam test micro teaching.
Beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum teman-teman melakukan test micro teaching, diantaranya:
Pertama, Siapkan mental diri kita, hal ini memang bergantung kepada tingkat kepercayaan diri yang dimiliki oleh masing-masing kita, namun bagi yang pernah punya pengalaman PPL atau pernah mengajar tentu hal tersebut bukan merupakan sebuah masalah yang serius, terlebih bagi kita yang terbiasa berbicara didepan publik, sering mengisi seminar, ceramah, diskusi dan kegiatan lain yang sejenisnya. Untuk menyiapkan mental maka bisa dilakukan dengan cara meminta doa dari orang tua kita, kemudian berdo’a dalam shalat tahajud, dhuha atau shalat hajat khusus permohonan agar diberikan kesiapan diri yang matang, dan yang jangan dilewatkan adalah berwudlu terlebih dahulu, insya Allah dengan begitu kita telah berupanya menyiapkan mental yang mantap.
Kedua, pastikan anda paham betul kegiatan micro teaching itu akan dilaksanakan hari apa, jam berapa sampai berapa (durasi waktu yang disediakan), kemudian dikelas berapa, untuk topik bahasan apa, berapa jumlah siswa, bila perlu cari tahu dulu karakteristik siswanya seperti apa.
Ketiga, siapkan bahan sebaik dan seefektif mungkin, dan  pastikan anda menguasai betul tahapan dasar proses mengajar yang standar mulai dari pembukaan, inti sampai penutup proses pembelajaran. Hal ini penting untuk dipahami, dan jangan biarkan ketika anda menyampaikan materi masih melihat buku atau melihat catatan kecil untuk dicontek, maka sebaiknya Anda menyiapkan materi yang bisa dipersentasikan, mulai dari tujuan pembelajaran, materi, media pendukung seperti audia, gambar atau bahkan video yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.
Keempat, buatlah proses perkenalan yang berkesan, simpel dan menyenangkan, mungkin bisa dengan konsep game ataupun permainan. Selain itu perhatikan pula penampilan Anda, sebaiknya gunakan kemeja yang rapi untuk laki-laki dengan paduan warna yang menawan, untuk perempuan gunakan kerudung dan busana yang enak dilihat, selain itu jangan lupa kenakan parpum sewajarnya dan pasang senyuman dari awal hingga akhir micro teaching.
Hal lain yang perlu anda perhatikan yakni, pola komunikasi baik komunikasi  verbal maupun non verbal,sertakan mimik muka yang mendukung pembicaraan, juga mainkan gesture tubuh anda, kuasai ruang kelas, coba interaktif dengan siswa sambil menanyakan dan mencoba mengingat satu demi satu siswa dikelas. Dengan interaktif, biasanya siswa merasa senang dengan kita dan ketika siswa sudah senang, maka itu berarti anda sudah berhasil menyakinkan tim penilai dan dengan begitu besar peluang anda yang akan diterima menjadi guru disekolah tersebut.
Adapun beberapa hal yang mesti dihindari ketika tes micro teaching diataranya duduk diam dikursi dari awal hingga akhir, kemudian pola komunikasi yang datar, lupa menyapa siswa,  lupa mengabsen, mengatakan kata-kata atau ungkapan yang tidak semestinya seperti “euuuuu”, kemudian fokus kepapan tulis saja, sambil mencontek buku, dan berlaku kaku didalam kelas, maka hal-hal tersebut harus anda buang jauh-jauh ketika Anda sedang mengajar terlebih ketika praktik micro teaching.
Oke, itu saja, semoga bermanfaat, selamat mencoba, semoga berhasil. Aamiin.


You Might Also Like

6 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.