Sentuhannnya tak akan pernah tergantikan

23.01.00


Oleh : Ence Surahman, S.Pd

Benar apa kata orang, salah satu cara seseorang untuk mengupgrade pemahamannya tentang sesuatu adalah dengan cara diskusi dengan yang lebih tahu, membaca buku, dan menghadiri forum ilmiah, seperti seminar, lokakarya, dan lain sebagainya. Dalam acara seminar teknologi pembelajaran kemarin (29-11-2014) saya menemukan sebuah fenomena yang menjadi topik hangat dalam perbincangan para pembicara dengan audience. Bahkan tidak hanya itu tema tersebut kembali terulang di ruang penyajian call for paper kami.
Kita sedang berbicara tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam konteks pendidikan. Ada orang yang beranggapan bahwa teknologi bisa menggantikan banyak peran manusia dalam kehidupan sehari-hari, bahkan bagi golongan tersebut, mereka begitu mendewakan kecanggihan teknologi sehingga sama sekali tidak memerlukan peran manusia dalam menjalai dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun ada juga orang yang punya pandangaan sebaliknya, mereka mengganggap teknologi hanya suatu alat, tidak lebih dari itu, bahkan mereka yakin tanpa teknologi sedikitpun mereka masih bisa bertahan hidup. Namun ada juga golongan yang mengambil jalan pertengahan, mereka memangdang bahwa teknologi itu penting dan bermanfaat namun tidak berarti teknologi bisa menggantikan semua peran manusia.
Dalam praktiknya didunia pendidikan juga ditemukan tiga golongan tersebut, ada yang kemudian latah mengadopsi semua kemajuan teknologi secara mentah-mentah, dan melupakan peran orang didalamnya. Ada juga memilih untuk menghindari teknologi, karena mereka tidak bisa, tidak mau pusing, tidak mau terbebani untuk menguasainya adan memang karena pandangan bahwa tanpa teknologi pun pendidikan akan terus jalan –mungkin ia jalan, tapi jalan ditempat ya? - . dan bagaimana dengan kita? Saya sendiri sampai detik ini masih punya pandangan bahwa teknologi adalah sesuatu yang penting, berguna, bermanfaat, bahkan mendorong pendidikan lebih cepat, efektif dan efisien, namun bagi saya peran guru, pendidik, dalam konteks sentuhan humanismenya –bukan keberadaan fisik semata yang tanpa makna- itu tidak bisa dan tidak akan pernah tergantikan. Sampai kapanpun, secanggih apapun teknologi yang muncul.
Barangkali pernyataan saya ini akan terpatahkan suatu hari ini, namun saya berharap tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena buktinya saat ini masih ditemukan banyak sisi kekurangan dan kelemahan dari teknologi yang ada. Misalnya dalam kontek pendidikan, kemampuan teknologi untuk mendidik nilai-nilai, semngat humanisme belum bisa terwujud. Apalagi hal-hal yang lebih fundamental berkaitan dengan sisi kemanusian manusia baik pendidik maupun peserta didik. Karena secara filosofi banyak orang yang masih percaya bahwa pada hakikatnya pendidikan adalah usaha untuk menusiakan manusia, dengan cara-cara yang manusiawi dan boleh jadi menggunakan media, alat, sumber belajar, lingkungan, suasana, bahan ajar yang ditunjang dengan teknologi.  Sehingga proses pendidikan mengalami percepatan yang signifikan. Wallahu’alam. (30 Nop 2014).

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.