Fuad Aly Azmi, Terinspirasi Jadi Hafidz Setelah Nonton TV.

03.32.00

Siapa sangka seseorang bisa hapal qur’an setelah menonton sebuah tayangan di televisi? Ya, tentu bukan otomatis jadi hafdiz setelah nonton. Cerita ini dituturkan oleh salah satu hafdiz baru yang diterbitkan oleh Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an International Bandung yakni Ananda Fuad Aly Azmi siswa kelas XII.IPA SMA Daarul Qur’an Bandung.
Beliau menunturkan bahwa inspirasi untuk menghapal al-qur’an ia dapatkan setelah menonton sebuah acara di salah satu station televisi swasta yang dipandu oleh seorang Ustadz ternama Yusuf Mansur. Dalam acara tersebut Aly melihat ada santri Daarul Qur’an yang sudah selesai hapalannya diajak on air di acara tersebut di antaranya Ust. Khozen, Ust. Bagus dan Ust. Tias yang saat ini sudah menjadi alumni.
Santri kelahiran Bandung, 25 April 1997 dari pasangan Bapak Falah Azmi dan Ibu Dian Julianti ini menuturkan awalnya beliau mau masuk ke sekolah negeri bahkan sudah diterima di sekolah favorit SMAN 3 Bandung. Namun pada saat batas akhir pendaftaran SMA Daarul Qur’an Bandung akhirnya Aly memutuskan untuk masuk pesantren dan berazam untuk menghapal qur’an.
Anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku langsung betah ketika masuk pesantren karena bertemu dengan teman-teman dan tim asatidz yang baik dan perhatian. Walaupun ketika awal masuk bacaan qur’annya masih belepotan, setelah belajar dengan giat akhirnya di tahun pertama beliau berhasil menghapal 3 juz. Di tahun kedua berhasil menambah 10 juz hapalan barunya dan disetengah tahun berikutnya tepatnya ketika dikelas XII beliau berhasil menambahkan 17 juz hapalan barunya dan akhirnya menjadi seorang hafidz baru sang penjaga kalamullah.
Siswa lulusan SMPN 5 Bandung itu menuturkan bahwa selama menghapal selalu ada halangan dan godaan seperti malas, dan ngantuk yang mengganggu konsentrasi, adapun untuk mensiasatinya beliau sering ngobrol dengan santri lain yang sudah lebih dulu hafidz seperti Ust. Ibrahim, Ust. Hafy. Dengan begitu beliau kembali termotivasi untuk segera menyelesaikan hapalannya. 
Proses menghapal al-quran memang selalu menyimpan cerita menarik untuk para pelakunya, Aly sendiri awalnya tidak terpikirkan  untuk menyelesaikan hapalannya, yang ia pikirkan paling dalam waktu 3 tahun ia bisa menghapal 10 juz hapalannya. Namun ternyata yang terjadi berbeda cerita, Allah menghendari untuk selesai jauh lebih cepat dari waktu yang dipandang rasional sebelumnya. Buktinya Aly bisa selesai dalam kurun waktu 2,5 tahun tepatnya pada tanggal 28 Desember 2013.
Santri yang berencana kuliah di Hubungan International UNPAD ini menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah menggodanya untuk masuk pesantren tahfidz dan tak henti mendo’akan dirinya untuk menjadi seorang hafidz qur’an. Selain itu Aly juga bertemakasih kepada Ust. Rozi alhafidz, Ust. Nizar  Alhafidz, Ust. Ikhwan alhafidz, juga untuk senior yang lebih dulu menjadi hafidz yang telah menginspirasinya seperti Ust.Khozen, Ust. Bagus, Ust. Ibrahim juga Ust. Hafy. Tak lupa Aly menyampaikan terima kasih untuk seluruh civitas akademika Daarul Qur’an Bandung.
Hafidz baru yang memiliki cita-cita menjadi aktor dan diplomat ini berpesan kepada sesama para penghapal al-quran untuk senantiasa berperang mengalahkan rasa malas, intinya ketika jam tahfidz fokus saja pada proses menghapal, jangan fokus dulu ke perkara yang lain. (Ence-DQBdg).

You Might Also Like

0 komentar

You can give whatever messages for me,,

Total Pengunjung

Profil

Ence Surahman, Pecinta kesederhanaan, penikmat ketenangan dan pejuang kebahagiaan asal Cikaramat Ds. Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut Prov. Jawa Barat dapat dihubungi via ence@miti.or.id | @encesurahman89@gmail.com | Fb: Ence Surahman Kesatu dan Ence Surahman Kedua | @encesurahman | IG: Ence Surahman | | encesurahman.blogspot.co.id

Template by Blogger, Content of Author. Diberdayakan oleh Blogger.