Langsung ke konten utama

Postingan

Lima Unsur Karakter Orang-Orang yang Bertaqwa

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Pembaca yang budiman, bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa dalam keadaan berbahagia tanpa kurang sesuatu apapun, baik lahir maupun batin. Alhamdulillah kita sudah menginjak bulan syawal setelah melewati indahnya ramadhan, tentu kita berharap agar masing-masing kita yang melaksanakan puasa kemarin disampaikan kepada derajat yang menjadi tujuan utama yakni muttaqin . Pertanyaannya adalah bagaimanakah karakter orang-orang yang muttaqin itu? Untuk mencari tahu jawabannya maka kita perlu membukanya dalam al-qur’an karim sebagai pedoman hidup kita. Dalam Al-qur’an terdapat 224 ayat yang mengungkapkan kata taqwa dengan berbagai kontek yang diangkatnya. Dari sekian banyak kata dan definisi serta ciri-ciri orang yang bertaqwa, Prof. Dr. Khoirudin Nasution, MA mengelompokannya menjadi 5 unsur. Kelima unsur tersebut diantaranya unsur spiritual, unsur ritual, unsur behavior /karakter, unsur sosial dan unsur dermawan. Unsur pertama yakni unsur spiritual berh

7 Indikator Kebahagiaan Menurut Ibnu Abas RA

Disarikan dari Ceramah Tarawih Habib Hasan Alkaf, S.Pd Di Masjid Baitul Hidayah Bandara Adisutjipto Yogyakarta Rabu, 1 Juli 2015 Sumber gambar : http://azzikra.com/site/wp-content/uploads/2014/09/bef6952c29483cdedeadf279b58407bb.jpg Apakah Anda setuju, bahwa salah satu hal yang paling kita harapkan dalam kehidupan kita adalah kebahagiaan?. Saya kira kita sepakat ya, karena kita berusaha, bekerja, atau yang memulai dengan belajar, kuliah, kursus, ujung-ujungnya untuk mewujudkan hal-hal yang diimpikan dalam hidupnya. Dan jika ditanya lagi untuk apa kita mengejar sesuatu, jawabannya untuk merasakan hidup bahagia. Lalu seperti apa dan bagaimana agar kita bisa bahagia? Menurut Ibnu Abas RA, ada tujuh indikator yang semestinya dipenuhi agar Anda tergolong orang-orang yang berbahagia dalam hidup Anda. Pertama, qolbun syakirun yakni hati yang senantiasa bersyukur kepada semua yang Allah berikan, baik itu berupa nikmat maupunn ujian dan musibah. Bagi kita yang beriman kepada k

Cinta Itu Bukan Harta, Rupa apalagi Harta, melainkan .......

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Pembaca yang budiman, semoga yang menjalankan ibadah puasa diberikan kelancaran dan kesehatan sehingga bisa memaksimalkan setiap peluang ibadah dibulan yang mulia ini. Kali ini saya mau berbagi tentang sesuatu yang istimewa dan kadang jadi bahasan cukup menarik dibeberapa kalangan, ialah cinta. Saya bukan pakar cinta dan buka sastrawan peminat topik cinta, saya hanya perenung yang terus berupaya mencari hikmah yang berserakan disetiap cerita dan suasana. Dalam pandangan saya, cinta itu bukan tentang rupa, harta maupun tahta. Saya kira para pembaca juga demikian. Cinta itu kenyamanan hati. Bagaimana saya bisa menyimpulkan demikian? Coba kita lihat fakta disekitar kita, jika cinta itu rupa, lalu mengapa banyak orang yang mau menikah dengan pasangan yang menurut kasat mata tidak berimbang, ada yang istrinya cantik jelita, suaminya biasa saja bahkan sudah usia senja, ada yang suaminya masih muda gagah perkasa, menikah dengan istrinya yang berparas

Menjemput Cinta

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Pembaca yang budiman, pernah merasakan kedatangan tamu yang ditunggu, kekasih yang dinanti, orang yang disayang? Misalnya kedatangan orang tua, anak, sanak family yang lama diluar kota atau berkarya diluar negeri? Kedatangan teman lama yang   Atau bagi Anda yang sudah menunggu pasangan hidup dalam waktu lama, dan akhirnya ia datang untuk menikahi Anda dengan penerimaan sepenuh jiwanya? Pertanyaan berikutnya adalah apa yang akan Anda persiapkan agar semua proses pertemuan dan kebersamaannya menghadirkan makna yang tidak bisa terlupakan. Dugaan saya Anda akan menyiapkan segalasa sesuatunya semaksimal mungkin. Seperti yang biasa penulis rasakan dan alami ketika penulis pulang kampung. Sepengalaman penulis, orang dirumah setidaknya menyiapkan masakan kesukaan penulis, atau merapikan tempat tidur dan kamar yang sudah sekian lama penulis tinggalkan. Di samping itu orang-orang rumah juga menyiapkan diri untuk sekedar menyambut kedatangan penulis. Pada ko

Jangan Salah Berharap

Oleh : Ence Surahman, S.Pd   Pembaca yang budiman, semoga pada saat ini dan seterusnya, Anda termasuk orang-orang yang senantiasa berbahagia, bersyukur dengan karunia Tuhan, dan senantiasa memberikan manfaat untuk orang-orang terdekat Anda. Pada kesempatan yang singkat ini saya ingin berbagi cerita, semoga cerita sederhana ini sarat makna dan pelajaran untuk kita jadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari dan dalam rangka menggapai masa depan yang lebih berwarna.             Saya pernah diamanahi untuk mengurus suatu organisasi kemahasiswaan sewaktu saya kuliah di Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta yakni organisasi Keluarga Mahasiswa Pascasarjana UNY. Dalam masa kepengurusannya, sejak saya dipilih dalam musyawarah besar tanggal 11 Januari 2015, selain mendapatkan banyak tantangan, hambatan serta dinamika gelombang kekompakan para pengurus yang pasang surut, salah satu hal yang juga sangat berarti bagi saya adalah pelajaran-pelajaran yang setiap hari saya da

Bersyukur Lagi, Lagi dan Lagi

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Gambar : http://munatour.co.id/wp-content/uploads/2015/02/syukur-allah.jpg    Para pembaca yang budiman, semoga kabar baik senantiasa menyertai Anda, semoga anda senantiasa berbahagia karena sesungguhnya segala sesuatu yang menimpa kita pada hakikatnya adalah kebaikan, walaupun kadang kita memandang itu musibah, kesusahan, berat untuk dipikul, dan lain sebagainya. Bagaimana kita bisa mencari hikmah dibalik hikmah yang hadir dalam bentuk nikmat dan ujian. Cukup al-quran, assunah yang mesti kita jadikan rujukan. Allah memberikan kabar gembira untuk kita hayati dengan mata hati nurani kita. Mari kita simak firmanNya yang artinya. “Kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa” (An-Nah : 30) Sub

Cover Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan

Created by Corel Draw X4

Edit Background Photo

Edited by Adobe Photoshop CS 2

Renungan Pendidikan Kita

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Sumber Gambar : https://zforzulham.wordpress.com/2015/01/17/apa-sih-tujuan-kita-hidup-di-dunia-ini-renungan/ Apabila pendidikan dimaknai sebagai upaya memanusiakan manusia, hingga menjadi manusia seutuhnya. Atau apabila pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Maka fenomena perilaku korup dikalangan pejabat, bentrokan antar suku, tawuran pelajar, kasus begal, curanmor, yang terbaru pengajar bimbel membunuh wanita tuna susila langganannya, merupakan sebagian kecil wajah sosial yang menyisakan tanya mengapa itu bisa terjadi? Dan sejauh mana pendidikan berperan sebagai pengendali kelabilan-kelabilan jiwa seorang manusia yang seyogyanya mereka pernah bahkan sedang mengenyam pen

“Saya mau Mengundurkan diri”. Yakin?

Oleh : Ence Surahman, S.Pd Sumber gambar : http://www.coxblue.com/your-top-employee-has-resigned-now-what/ Suatu hari, saya menerima konsultasi dari teman yang “ngebet” mengundurkan diri dari tempat kerjanya. Beliau merasa tidak cocok dengan sistem kerja dan tugas-tugas yang diterimanya. Padahal beberapa bulan sebelumnya beliau juga cerita  bahwa dirinya sudah merasa jenuh menunggu panggilan lamaran kerja yang tak kunjung datang. Namun ketika sudah diterima kerja ia merasa bahwa apa yang ada tidak seperti apa yang diharapkannya. Bahkan walaupun ia tahu bahwa ketika resign harus bayar sejumlah denda beliau tidak perduli, yang penting segera keluar dari tempat kerjanya. Setelah ia coba konsultasi dengan orang tuanya, rekan kerja, saudara termasuk pada saya, akhirnya ia mencoba untuk bertahan dan menikmati pekerjaan yang sedang dijalaninya. Konon semakin hari, ia mencoba menikmati dan memahami hakikat dirinya dan tempat kerjanya. Hingga akhirnya sampai sekarang beliau masih bert

Mari Belajar dari Pak Tua Istimewa

Oleh: Ence Surahman, S.Pd Sumber Gambar : http://pixgood.com/petani-mencangkul-di-sawah.html Yogyakarta (31/3/2015). Hari Kamis tanggal 26 Maret lalu, saya sedang kedatangan tamu dari Solo tepatnya teman saya di Organisasi Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa, Mas Andi namanya, beliau berkunjung ke Jogja karena ada keperluan dengan panitia Temu Wilayah MITI yang akan dilaksanakan tanggal 10-12 April mendatang. Sebelum kembali ke Solo ceritanya beliau mengajak bertemu untuk “curcor” dulu, saya sudah mengerti maksud beliau maklum beliau sedang terkena virus gegana (gelisah galau merana)antara rencana lanjut studi, pekerjaan dan planing pernikahannya. Karena rasa empati saya setujui kami bertemu bahkan beliau sempat menginap hingga dua malam sebelum akhirnya pulang ke Solo. Jumat pagi, 27 Maret , saya ajak beliau mencoba menu spesial di daerah Sambisari tepatnya Soto Bathok sebelah timur Candi Sambisari Sleman DIY. Tempat itu sengaja dipilih karena jarakny

Upgrading Pengurus Miti KM: Membentuk SDM Unggul

Semenjak diresmikan dalam agenda pelantikan pengurus dan musyawarah kerja pada tanggal 17-18 Januari di Kantor MITI Center Depok Jawa Barat. Dua bulan kemudian pengurus Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa kembali di upgrade semangatnya dalam acara upgrading perdana yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2015 jam 20.00-21.30 WIB. Uppgrading yang diselenggarakan oleh departemen HRD MITI KM 2015 tidak dilaksanakan secara tatap muka melainkan dengan menggunakan metode upgrading online via aplikasi telegram.  Upgrading perdana yang mengangkat tema “membangun SDM MITI KM yang unggul” tersebut mengundang pembicara dari pengurus MITI pusat tepatnya Sekretaris Umum MITI yakni Bapak Dr. Edi Syukur dengan moderator Saudara Ence Surahman, S.Pd dari tim HRD MITI KM.  Doktor lulusan Teknik Kimia Chiba University Jepang itu dengan penuh semangat menyampaikan materinya walaupun harus mengetik beratur-ratus kalimat dari penyajian materi hingga menjawab pertanyaan para